TUJUAN
Pelatihan Olah Tenaga Dalam "SATYA BUANA" bertujuan membina para Peserta Pelatihan secara mental, fisik dan sosial dengan kegiatan Olah Raga yang berintikan Olah Tenaga Dalam, sehingga mampu mengenal jati diri, memiliki kemampuan mewujudkan kondisi sehat rohani-jasmani, memiliki kepekaan yang diridhoi Allah dan mampu mengamalkan kemampuannya untuk kemanusiaan dalam mencapai kehidupan antara manusia dengan lingkungannya dan manusia dengan Tuhannya.
HAKEKAT
Hakekat Pelatihan Olah Tenaga Dalam "SATYA BUANA" adalah usaha manusia dalam rangka menghidupkan dan mengembangkan potensi Bioenergi dalam tubuh melalui rangsangan serapan Daya Inti Bumi dan Prana Alam, yang Insya Allah dengan ridho-Nya dapat mewujudkan manusia yang utuh dengan kondisi fitrah yang selaras, serasi dan seimbang, sehingga secara naluri alamiah berfungsi secara aktif otomatis, menjadikan pribadi yang berjati diri, yang sehat jasmani dan rohani.
-->
Tampilkan postingan dengan label bela diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bela diri. Tampilkan semua postingan
Minggu, 16 Mei 2010
FILSAFAT SATYA BUANA
FILSAFAT SATYA BUANA
Bagi rekan-rekan yang ingin mengetahui filsafat dari masing-masing tingkatan yang ada di dalam Satya Buana, berikut ini saya postingkan tulisan dari Bapak Drs. Edi Suwono, Pembina POTD Satya Buana dalam BUKU 1 tentang Keilmuan Satya Buana.
MENGOLAH MICRO COSMOS KEHIDUPAN DUNIA
Pengantar Keilmuan dari orang yang terkontaminasi mewujudkan kondisi fitrah.
Filosofi Tingkatan dalam Satya Buana
1. Tingkat PEMULA, disebut sebagai bayi yang baru lahir
2.
Tingkat TIGA SERANGKAI (TS), disebut sebagai anak yang belajar tata krama
3.
Tingkat PRANA MIDI (PM), disebut sebagai anak baligh yang mengetahui baik dan buruk
4.
Tingkat PAYUNG BERPUTAR (PB), disebut sebagai orang dewasa yang mampu berfikir secara jernih, baik yang riil maupun abstrak
5. Tingkat PERAHU MENDAYUNG (PD), disebut sebagai orang dewasa yang dapat mengendalikan hati (hati adalah pusat manusia dan pusat syetan) agar manusia dapat membedakan bisikan hati nurani atau bisikan syetan
6.
Tingkat LAYAR BERKEMBANG (LK), disebut sebagai orang dewasa yang matang pengetahuan dan dapat menentukan arah hidup
7.
Tingkat SAMUDERA MERANTAI (SR), disebut sebagai orang dewasa yang berlatih kesabaran dalam menghadapi tantangan hidup
8. Tingkat PURNAMA BERSINAR (PS), disebut sebagai orang yang telah mendapatkan penerangan dan penyatuan hati dan fikiran yang jernih
9. Tingkat BINTANG LIMA MENUJU PURNAMA (BLP), disebut sebagai orang tua yang kaya pengalaman, mengerti kejadian-kejadian di dunia dan mengamalkan pengetahuan dan kemampuannnya itu untuk kemanusiaan dan lingkungan alam
10. Tingkat SATYA BUANA, disebut sebagai orang tua yang siap menghadap panggilan Illahi penuh dengan keikhlasan dan bekal amalan yang ikhlas
Bagi rekan-rekan yang ingin mengetahui filsafat dari masing-masing tingkatan yang ada di dalam Satya Buana, berikut ini saya postingkan tulisan dari Bapak Drs. Edi Suwono, Pembina POTD Satya Buana dalam BUKU 1 tentang Keilmuan Satya Buana.
MENGOLAH MICRO COSMOS KEHIDUPAN DUNIA
Pengantar Keilmuan dari orang yang terkontaminasi mewujudkan kondisi fitrah.
Filosofi Tingkatan dalam Satya Buana
1. Tingkat PEMULA, disebut sebagai bayi yang baru lahir
2.
Tingkat TIGA SERANGKAI (TS), disebut sebagai anak yang belajar tata krama
3.
Tingkat PRANA MIDI (PM), disebut sebagai anak baligh yang mengetahui baik dan buruk
4.
Tingkat PAYUNG BERPUTAR (PB), disebut sebagai orang dewasa yang mampu berfikir secara jernih, baik yang riil maupun abstrak
5. Tingkat PERAHU MENDAYUNG (PD), disebut sebagai orang dewasa yang dapat mengendalikan hati (hati adalah pusat manusia dan pusat syetan) agar manusia dapat membedakan bisikan hati nurani atau bisikan syetan
6.
Tingkat LAYAR BERKEMBANG (LK), disebut sebagai orang dewasa yang matang pengetahuan dan dapat menentukan arah hidup
7.
Tingkat SAMUDERA MERANTAI (SR), disebut sebagai orang dewasa yang berlatih kesabaran dalam menghadapi tantangan hidup
8. Tingkat PURNAMA BERSINAR (PS), disebut sebagai orang yang telah mendapatkan penerangan dan penyatuan hati dan fikiran yang jernih
9. Tingkat BINTANG LIMA MENUJU PURNAMA (BLP), disebut sebagai orang tua yang kaya pengalaman, mengerti kejadian-kejadian di dunia dan mengamalkan pengetahuan dan kemampuannnya itu untuk kemanusiaan dan lingkungan alam
10. Tingkat SATYA BUANA, disebut sebagai orang tua yang siap menghadap panggilan Illahi penuh dengan keikhlasan dan bekal amalan yang ikhlas
Cabang-cabang Keilmuan Satya Buana
Dalam perkembangannya sejak berdiri tahun 1993, keilmuan Satya Buana telah terbagi dalam 5 (lima) cabang keilmuan khusus, untuk menjawab kebutuhan dan tuntunan zaman yang semakin tua. 5 (lima) keilmuan tersebut tetap bersumber pada keilmuan induknya, yaitu keilmuan Satya Buana.
5 (lima) cabang keilmuan tersebut adalah :
1. Keilmuan “Satya Buana” (Micro Cosmos); tujuannya mewujudkan manusia dengan kondisi sehat jasmani dan rohani secara mandiri serta menuju manusia yang fitrah.
1.Hakekatnya Upaya manusia didalam rangka mengembangkan dan menghidupkan potensi bio energi yang terdapat dalam tubuh melalui rangsangan, serapan, daya inti bumi dan prana alam yang insya Allah dengan ridhoNya mampu mewujudkan manusia yang utuh dengan kondisi fitrah yang serasi, selaras, seimbang. Sehingga naluri alamiahnya dapat bekerja aktif otomatis memiliki pribadi yang berjati diri yang sehat jasmani dan ruhani.
2. Keilmuan “Yaumul Akhir” yaitu keilmuan yang diperuntukkan bagi manula (lanjut usia). Tujuannya untuk menciptakan kondisi taqwa dan berpasrah diri pada yang Maha Kuasa, serta membangkitkan semangat ibadah yang baik dan ikhlas.
Hakekatnya adalah Upaya manusia yang telah memasuki usia udzur untuk mempersiapkan hati yang bersih jiwa yang penuh taqwa kepada Allah swt dengan kondisi badan yang segar, sehat serta memiliki cahaya keimanan menjadikan khusnul khotimah di akhir hayat dengan melaksanakan inti nafas dzikir “Lailaha illAllah” dengan melakukan gerak jurus yang sederhana.
3. Keilmuan “Macro Cosmos” (Ma’rifatullah); tujuannya upaya manusia dalam memahami dan menghayati segala ciptaan Allah melalui pendekatan ilmu, ibadah, istiqomah, mujahada, takholi, tahalli, tajalli untuk memperoleh keselamatan dunia dan akhirat.
4. Keilmuan “Muslimah” , tujuannya yaitu memberikan nilai-nilai tauhid kepada kaum wanita muslimah supaya dapat menjaga hati, ketaatan kepada Allah serta menjaga harga diri dan kehormatannya.
Hakekatnya adalah Upaya kaum wanita muslimah untuk mewujudkan harapan ; bila sebagai seorang ibu akan dapat mendidik putra-putrinya menjadi anak yang soleh dan solehah, sebagai pribadi dia akan selalu dapat menjaga ketaatannya dalam bertaqwa, dan sebagai istri dengan ikhlas mendarmabaktikan dirinya kepada suami, guna memperoleh kebahagian dunia dan akhirat.
5. Keilmuan “An-naas”; tujuannya yaitu keilmuan yang dikhususkan untuk anak-anak 7 sampai 15 tahun. Selain menanamkan nilai-nilai tauhid secara dini kepada anak-anak, keilmuan ini juga bertujuan untuk melatih dan mencerdaskan otak kanan dan otak kiri pada anak-anak, sehingga muncul jiwa dan kreativitas yang baik dan berkembang secara positif.
5 (lima) cabang keilmuan tersebut adalah :
1. Keilmuan “Satya Buana” (Micro Cosmos); tujuannya mewujudkan manusia dengan kondisi sehat jasmani dan rohani secara mandiri serta menuju manusia yang fitrah.
1.Hakekatnya Upaya manusia didalam rangka mengembangkan dan menghidupkan potensi bio energi yang terdapat dalam tubuh melalui rangsangan, serapan, daya inti bumi dan prana alam yang insya Allah dengan ridhoNya mampu mewujudkan manusia yang utuh dengan kondisi fitrah yang serasi, selaras, seimbang. Sehingga naluri alamiahnya dapat bekerja aktif otomatis memiliki pribadi yang berjati diri yang sehat jasmani dan ruhani.
2. Keilmuan “Yaumul Akhir” yaitu keilmuan yang diperuntukkan bagi manula (lanjut usia). Tujuannya untuk menciptakan kondisi taqwa dan berpasrah diri pada yang Maha Kuasa, serta membangkitkan semangat ibadah yang baik dan ikhlas.
Hakekatnya adalah Upaya manusia yang telah memasuki usia udzur untuk mempersiapkan hati yang bersih jiwa yang penuh taqwa kepada Allah swt dengan kondisi badan yang segar, sehat serta memiliki cahaya keimanan menjadikan khusnul khotimah di akhir hayat dengan melaksanakan inti nafas dzikir “Lailaha illAllah” dengan melakukan gerak jurus yang sederhana.
3. Keilmuan “Macro Cosmos” (Ma’rifatullah); tujuannya upaya manusia dalam memahami dan menghayati segala ciptaan Allah melalui pendekatan ilmu, ibadah, istiqomah, mujahada, takholi, tahalli, tajalli untuk memperoleh keselamatan dunia dan akhirat.
4. Keilmuan “Muslimah” , tujuannya yaitu memberikan nilai-nilai tauhid kepada kaum wanita muslimah supaya dapat menjaga hati, ketaatan kepada Allah serta menjaga harga diri dan kehormatannya.
Hakekatnya adalah Upaya kaum wanita muslimah untuk mewujudkan harapan ; bila sebagai seorang ibu akan dapat mendidik putra-putrinya menjadi anak yang soleh dan solehah, sebagai pribadi dia akan selalu dapat menjaga ketaatannya dalam bertaqwa, dan sebagai istri dengan ikhlas mendarmabaktikan dirinya kepada suami, guna memperoleh kebahagian dunia dan akhirat.
5. Keilmuan “An-naas”; tujuannya yaitu keilmuan yang dikhususkan untuk anak-anak 7 sampai 15 tahun. Selain menanamkan nilai-nilai tauhid secara dini kepada anak-anak, keilmuan ini juga bertujuan untuk melatih dan mencerdaskan otak kanan dan otak kiri pada anak-anak, sehingga muncul jiwa dan kreativitas yang baik dan berkembang secara positif.
Menegakkan Akal Sehat di Satya Buana
Catatan : Kharisma Abadi (Humas Satya Buana Surabaya)
"Saya jadi kuatir mengobati orang, pak. Sekarang kan lagi musimnya penyakit yang disebabkan virus, bakteri dan sebagainya. Gimana ya, apa virus itu bisa kena ke badan kita kalau kita menerapi orang ?”
Pertanyaan itu ditanyakan seorang anggota perempuan Satya Buana Surabaya saat makan malam bersama Yoyo Sutjahyo, Pjs Ketua POTD Satya Buana Pusat setelah evaluasi di Surabaya awal Agustus 2009 kemarin. Kebetulan teman kita ini termasuk orang yang cukup aktif menggunakan Satya Buana untuk penyembuhan, jadi saya rasa, pertanyaannya sangat wajar. Dan mungkin, juga jadi pertanyaan kita semua yang menggeluti latihan pernafasan ini.
Saya rasa sekaranglah saatnya untuk mulai mengenalkan sebuah seni, yakni “seni” menggunakan akal sehat di Satya Buana. Kita tahu, pengalaman panjang dari Satya Buana selama ini menemukan banyak sekali kasus penyakit, yang sebagian besar diantaranya disebabkan adanya “muatan” faktor X alias non medis. Misalnya saja, limbah kekuatan dari leluhur atau akibat perbuatan kita sendiri yang tanpa disengaja dinilai mengganggu dunia lain. Ada juga yang disebabkan serangan mistik dari orang lain. Pengalaman-pengalaman semacam itulah yang membuat orang lain atau bukan anggota Satya Buana menilai kejadian itu diluar akal sehat. Tak bisa diterima akal, begitu kata orang-orang yang menganut paham sekuler. Tetapi, dengan pengalaman seabrek di lingkup non medis atau faktor X, nyatanya tidak membuat kita kehilangan akal sehat. Inilah bedanya sistem POTD Satya Buana dengan metode lain.
Kuncinya adalah : kita mengolah otak kanan dan otak kiri lalu menyeimbangkannya. Lantas menggunakan potensi kedua belahan otak itu secara maksimal. Dengan latihan seperti itu (di tingkat PB / payung berputar), nalar setiap peserta Satya Buana berjalan dengan normal, alamiah, dan wajar. Kita terlatih untuk menggunakan otak kanan yang berdimensi metafisika, imajinasi, seni, sedangkan otak kiri yang berpikir logika juga semakin baik. Bayangkan, metode ini sudah ditemukan sejak 1993 lalu, saat dimana belum banyak dijumpai metode pengembangan otak kanan dan otak kiri.
Tidak seperti sekarang, kita sering menemukan pelatihan atau training pemaksimalan otak kanan dan otak kiri. Trainernya pun bukan anggota Satya Buana. Tak mengapa, itu artinya metode pelatihan Satya Buana berada dalam jalur yang baik dan apa yang ditemukan Pembina Satya Buana Edi Suwono memang bermanfaat untuk manusia, sekalipun pada saat turunnya metode Satya Buana 16 tahun lalu, banyak pihak yang meragukan faedahnya.
Hasil latihan di tingkat PB tersebut salah satunya bermanfaat saat saya harus menjawab pertanyaan saudara kita dari Surabaya tadi. Bagaimana kemampuan ilmu ini dalam melawan virus, bakteri atau kuman ? Virus, bakteri atau kuman adalah makhluk hidup yang bisa dilihat dengan mikroskop biasa dan khusus virus umumnya dilihat dengan bantuan mikroskop electron dan riset tertentu. Dia tak sama dengan jin atau malaikat, yang berada dalam dimensi metafisika. Virus dan bakteri hidup dengan cara, antara lain, membelah dirinya menjadi puluhan atau ratusan bagian dan membentuk sel – sel baru atau varian baru. Virus dan bakteri berada dalam tataran fisika. Tenaga dalam kita ( sistem Satya Buana) ini bersifat subyektif dan abstrak imajinatif. Subyektif artinya tergantung pada individu yang mengolahnya, sedangkan abstrak imajinatif maksudnya power Satya Buana tak terlihat dengan mata biasa dan kadangkala membutuhkan imajinasi tertentu saat memakainya. Meski tak terlihat, sudah terbukti bahwa power hasil olahan dari daya inti bumi dan prana alam ini bisa dirasakan keberadaannya. Ya…mirip arus listrik itulah…Lalu apakah tenaga dalam yang sifatnya abstrak itu bisa melawan atau membunuh virus dan bakteri yang nyata-nyata ada dan terbukti hidup serta berkembang biak di alam ini ? Jawabnya : secara langsung tidak bisa.Mari kita pahami dulu cara kerja power Satya Buana ini. Getaran yang kita pancarkan dari telapak tangan sejatinya menyentuh bagian bioplasmik dari tubuh. Tubuh apapun, bisa manusia, hewan, atau tumbuhan.Kita tentu ingat tubuh kita ini ada yang disebut bioplasmik yang saling berkaitan dengan tubuh fisik. Getaran tubuh bioplasmik itu muncul dalam bentuk aura.
Nah, dalam tataran inilah power Satya Buana bekerja. Membersihkan bioplasmik dari limbah. Menetralkan segala yang negatif yang menempel atau masuk dalam bioplasmik ini. Pengaruhnya adalah perbaikan aura dari yang kotor jadi bersih. Dari aura yang bocor menjadi tertambal atau utuh kembali. Dari yang terlalu tebal atau tipis auranya menjadi seimbang dan harmonis. Perbaikan – perbaikan itu semua akan berpengaruh pada sel – sel sehat dalam tubuh menjadi aktif untuk menambah daya tahan dan memperbaiki metabolisme tubuh. Daya tahan tubuh yang kuat itulah yang kelak akan menjadi salah satu modal penting untuk melawan keganasan virus dan bakteri merugikan dalam tubuh. Saya menyebutnya “salah satu modal penting”, karena ada modal – modal lainnya yang diperlukan saat mengatasi gangguan penyakit yang disebabkan virus atau bakteri. Modal – modal lain itu cukup banyak, antara lain penggunaan green tea / oolong tea yang dipercaya mengandung senyawa antioksidan dan zat peredam sel kanker, poliphenol citrine. Juga ada penggunaan herbal – herbal tertentu, misalnya daun sambiloto, kunir putih, temulawak, dan sebagainya. Termasuk yang sekarang ini yang formula resepnya masih kita sempurnakan, adalah habbatusauda alias jinten hitam (black cumin), yang bernama latin Nigella sativa. Saya bersyukur, habbatusauda yang sedang dalam fase penyempurnaan formula ini mendapat sambutan positif dari beberapa pasien yang meminumnya. Penggunaan “modal – modal lain” dalam sistem penyembuhan Satya Buana memang diijinkan, sepanjang tidak bertentangan dengan akidah, berlatar belakang sains, dan bertanggung jawab. Tanggung jawab disini berarti bila anda menyarankan suatu bahan atau komposisi herbal pada pasien, anda sendiri terlebih dulu sudah mencobanya berkali-kali dalam jangka waktu lama. Anda memiliki pengetahuan yang baik dalam keamanan penggunaan dan efek sampingnya. Bila anda menggunakan herbal yang sudah terproduk dalam kemasan, pastikan herbal itu legal dengan mempunyai ijin Badan POM (biasanya dengan kode POM TR.), depkes atau dinkes, serta sertifikat halal cangkang kapsul jika herbal itu dikemas dalam bentuk kapsul. Lebih bagus lagi, jika anda bisa mengkonfirmasi kebenaran ijin – ijin itu ke badan yang berwenang. Makin lebih bagus, jika anda bisa melakukan studi banding ke pabrik pembuatannya, melihat dengan seksama proses produksinya. Penggunaan bahan – bahan lain seperti herbal tidak dimaksudkan untuk membuat anda tidak percaya diri saat menggunakan power Satya Buana ketika penyembuhan. Ingat, transfer power Satya Buana adalah langkah wajib yang harus dilakukan. Bila dengan power Satya Buana saja sudah didapat hasil yang sangat baik, mungkin tak perlu penggunaan bahan herbal. Jadi, sifat penggunaan bahan herbal tidak wajib. Lihatlah kasus per kasus lebih dulu. Umumnya, kalau penyakitnya disebabkan virus atau bakteri, barulah penggunaan herbal atau green tea disarankan. Dan jangan lupa, jangan tinggalkan medis. Bila memang harus berkonsultasi dengan dokter, maka konsultasilah. Bila memang harus menjalani general chek up dan ada biayanya, ya lakukanlah.
Sistem penyembuhan di Satya Buana sebenarnya termasuk penyembuhan komplementer, bukan penyembuhan alternatif. Sistem penyembuhan kita ini bisa berjalan serasi dengan medis. Tak boleh meninggalkan sisi medis begitu saja. Kita juga perlu menambah wawasan tentang pola hidup virus dan bakteri. Virus yang mudah menular lewat udara misalnya virus flu (H1N1 untuk flu babi, H5N1 untuk flu burung) dan varian virus H1N1 untuk flu biasa. Jangan pernah anggap remeh penyakit flu. Kesalahan kita (termasuk saya) selama ini sering menganggap enteng flu. Gunakan masker saat anda bergaul dengan orang – orang yang banyak kena flu, atau saat anda menerapi orang yang sedang kena flu. Cuci tangan anda dengan air sabun atau disenfektan setiap habis menerapi atau berjabat tangan dengan orang yang kena flu. Flu mudah menyerang orang yang daya tahan tubuhnya sedang menurun, bisa karena kecapekan, stress, dan sebagainya. Flu juga sangat mudah menyebar di ruangan tertutup dan ber-AC, seperti ruangan kantor dan kabin pesawat. Kalau pas daya tahan tubuh anda pas bagus – bagusnya karena habis latihan, mungkin anda boleh percaya diri. Tapi, sebaiknya anda membiasakan belajar disiplin untuk menjaga kesehatan diri sendiri. Ingat…virus semakin berkembang karena dia juga terus belajar bertahan hidup dan adaptasi dengan lingkungannya…dia semakin pintar saja…
Media penularan virus juga bermacam-macam. Virus HIV misalnya, tak menular lewat udara dan jabat tangan. Juga tak menular melalui keringat atau peralatan makan yang sama. Virus HIV menular lewat tranfusi darah, hubungan seks tak aman, dan jarum suntik. Beda lagi dengan virus hepatitis, misalnya virus hepatitis B yang berawal dari gangguan lever (hati). Virus ini menular lewat air liur, lewat keringat, peralatan makan yang jadi satu, dan hubungan seksual. Jika sudah kronis, dia akan berkembang menjadi sirosis hati dan berakhir dengan kanker hati. Yang berbahaya, virus hepatitis B ini secara medis tak bisa dibunuh. Obat untuk penderita hepatitis B hanya bisa “menidurkan” virus untuk jangka waktu tertentu. Hal yang sama juga berlaku untuk virus HIV, ada jenis obat yang berfungsi memperlambat pergerakan dan perkembangan virus, tetapi belum sampai pada tahap mematikan virusnya. Untungnya virus hepatitis B sudah ada vaksinasi, yang biasanya masuk program imunisasi balita. Ada juga virus HPV (human papiloma virus) yang menyebabkan kanker serviks atau kanker leher rahim bagi wanita. Selain virus HPV, ada juga virus CMV atau cytomegalovirus yang menyebabkan penyakit GBS (Gillan Barre Syndrome), sejenis penyakit syaraf yang mengakibatkan kelumpuhan mendadak pada penderitanya. Penyakit GBS ini juga disebabkan oleh virus Closteridium Yeyeni yang terdapat pada makanan kotor. Kedua jenis penyakit ini bisa disembuhkan dengan kombinasi medis dan terapi tenaga dalam Satya Buana bila belum terlambat. Lain virus lain pula bakteri. Salah satu nama bakteri yang cukup keren adalah Salmonella typhosa. Jangan terlena oleh namanya yang keren, tetapi sesungguhnya bakteri ini menyebabkan gangguan pencernaan, sama dengan “saudara”-nya yakni E Coli. Bakteri jenis ini hidup di air yang tercemar atau lingkungan yang kotor. Kalau masuk ke badan dan daya tahan pas sedang lemah, muncullah mulas yang luar biasa dan berlanjut ke toilet. Kalau sudah berkali-kali buang air besar, ujung-ujungnya dehidrasi.
Kalau sudah begini, meskipun anda seorang anggota Satya Buana yang mumpuni, sebaiknya segera cari obat, oralit, dan pertolongan medis. Disinilah letaknya kesinambungan. Jangan terlalu mengandalkan power anda, tetapi juga jangan terlalu meremehkannya. Bersikap seimbanglah, tahu kapan penggunaan power Satya Buana dan tahu kapan sisi medis atau herbal sebaiknya digunakan. Untuk penyakit yang disebabkan bakteri, biasanya dokter akan memberikan antibiotik yang mesti diminum sampai habis agar bakteri merugikan yang jadi sumber penyakit hilang. Beberapa orang ada yang alergi antibiotik tertentu, jadi konsultasilah dengan dokter saat pemeriksaan.
Mengenali berbagai jenis penyakit dan penyebabnya, serta mengikuti perkembangan terbaru di dunia kedokteran meski dalam batas pengetahuan awam, sudah sangat membantu anda para anggota Satya Buana dalam menerapi orang lain untuk penyembuhan. Terutama jika orang yang anda bantu penyembuhannya itu menderita sakit yang secara medis cukup jelas penyebab dan riwayatnya. Dengan pengetahuan yang cukup baik, kredibilitas anda sebagai seorang penghusada Satya Buana akan meningkat.
"Saya jadi kuatir mengobati orang, pak. Sekarang kan lagi musimnya penyakit yang disebabkan virus, bakteri dan sebagainya. Gimana ya, apa virus itu bisa kena ke badan kita kalau kita menerapi orang ?”
Pertanyaan itu ditanyakan seorang anggota perempuan Satya Buana Surabaya saat makan malam bersama Yoyo Sutjahyo, Pjs Ketua POTD Satya Buana Pusat setelah evaluasi di Surabaya awal Agustus 2009 kemarin. Kebetulan teman kita ini termasuk orang yang cukup aktif menggunakan Satya Buana untuk penyembuhan, jadi saya rasa, pertanyaannya sangat wajar. Dan mungkin, juga jadi pertanyaan kita semua yang menggeluti latihan pernafasan ini.
Saya rasa sekaranglah saatnya untuk mulai mengenalkan sebuah seni, yakni “seni” menggunakan akal sehat di Satya Buana. Kita tahu, pengalaman panjang dari Satya Buana selama ini menemukan banyak sekali kasus penyakit, yang sebagian besar diantaranya disebabkan adanya “muatan” faktor X alias non medis. Misalnya saja, limbah kekuatan dari leluhur atau akibat perbuatan kita sendiri yang tanpa disengaja dinilai mengganggu dunia lain. Ada juga yang disebabkan serangan mistik dari orang lain. Pengalaman-pengalaman semacam itulah yang membuat orang lain atau bukan anggota Satya Buana menilai kejadian itu diluar akal sehat. Tak bisa diterima akal, begitu kata orang-orang yang menganut paham sekuler. Tetapi, dengan pengalaman seabrek di lingkup non medis atau faktor X, nyatanya tidak membuat kita kehilangan akal sehat. Inilah bedanya sistem POTD Satya Buana dengan metode lain.
Kuncinya adalah : kita mengolah otak kanan dan otak kiri lalu menyeimbangkannya. Lantas menggunakan potensi kedua belahan otak itu secara maksimal. Dengan latihan seperti itu (di tingkat PB / payung berputar), nalar setiap peserta Satya Buana berjalan dengan normal, alamiah, dan wajar. Kita terlatih untuk menggunakan otak kanan yang berdimensi metafisika, imajinasi, seni, sedangkan otak kiri yang berpikir logika juga semakin baik. Bayangkan, metode ini sudah ditemukan sejak 1993 lalu, saat dimana belum banyak dijumpai metode pengembangan otak kanan dan otak kiri.
Tidak seperti sekarang, kita sering menemukan pelatihan atau training pemaksimalan otak kanan dan otak kiri. Trainernya pun bukan anggota Satya Buana. Tak mengapa, itu artinya metode pelatihan Satya Buana berada dalam jalur yang baik dan apa yang ditemukan Pembina Satya Buana Edi Suwono memang bermanfaat untuk manusia, sekalipun pada saat turunnya metode Satya Buana 16 tahun lalu, banyak pihak yang meragukan faedahnya.
Hasil latihan di tingkat PB tersebut salah satunya bermanfaat saat saya harus menjawab pertanyaan saudara kita dari Surabaya tadi. Bagaimana kemampuan ilmu ini dalam melawan virus, bakteri atau kuman ? Virus, bakteri atau kuman adalah makhluk hidup yang bisa dilihat dengan mikroskop biasa dan khusus virus umumnya dilihat dengan bantuan mikroskop electron dan riset tertentu. Dia tak sama dengan jin atau malaikat, yang berada dalam dimensi metafisika. Virus dan bakteri hidup dengan cara, antara lain, membelah dirinya menjadi puluhan atau ratusan bagian dan membentuk sel – sel baru atau varian baru. Virus dan bakteri berada dalam tataran fisika. Tenaga dalam kita ( sistem Satya Buana) ini bersifat subyektif dan abstrak imajinatif. Subyektif artinya tergantung pada individu yang mengolahnya, sedangkan abstrak imajinatif maksudnya power Satya Buana tak terlihat dengan mata biasa dan kadangkala membutuhkan imajinasi tertentu saat memakainya. Meski tak terlihat, sudah terbukti bahwa power hasil olahan dari daya inti bumi dan prana alam ini bisa dirasakan keberadaannya. Ya…mirip arus listrik itulah…Lalu apakah tenaga dalam yang sifatnya abstrak itu bisa melawan atau membunuh virus dan bakteri yang nyata-nyata ada dan terbukti hidup serta berkembang biak di alam ini ? Jawabnya : secara langsung tidak bisa.Mari kita pahami dulu cara kerja power Satya Buana ini. Getaran yang kita pancarkan dari telapak tangan sejatinya menyentuh bagian bioplasmik dari tubuh. Tubuh apapun, bisa manusia, hewan, atau tumbuhan.Kita tentu ingat tubuh kita ini ada yang disebut bioplasmik yang saling berkaitan dengan tubuh fisik. Getaran tubuh bioplasmik itu muncul dalam bentuk aura.
Nah, dalam tataran inilah power Satya Buana bekerja. Membersihkan bioplasmik dari limbah. Menetralkan segala yang negatif yang menempel atau masuk dalam bioplasmik ini. Pengaruhnya adalah perbaikan aura dari yang kotor jadi bersih. Dari aura yang bocor menjadi tertambal atau utuh kembali. Dari yang terlalu tebal atau tipis auranya menjadi seimbang dan harmonis. Perbaikan – perbaikan itu semua akan berpengaruh pada sel – sel sehat dalam tubuh menjadi aktif untuk menambah daya tahan dan memperbaiki metabolisme tubuh. Daya tahan tubuh yang kuat itulah yang kelak akan menjadi salah satu modal penting untuk melawan keganasan virus dan bakteri merugikan dalam tubuh. Saya menyebutnya “salah satu modal penting”, karena ada modal – modal lainnya yang diperlukan saat mengatasi gangguan penyakit yang disebabkan virus atau bakteri. Modal – modal lain itu cukup banyak, antara lain penggunaan green tea / oolong tea yang dipercaya mengandung senyawa antioksidan dan zat peredam sel kanker, poliphenol citrine. Juga ada penggunaan herbal – herbal tertentu, misalnya daun sambiloto, kunir putih, temulawak, dan sebagainya. Termasuk yang sekarang ini yang formula resepnya masih kita sempurnakan, adalah habbatusauda alias jinten hitam (black cumin), yang bernama latin Nigella sativa. Saya bersyukur, habbatusauda yang sedang dalam fase penyempurnaan formula ini mendapat sambutan positif dari beberapa pasien yang meminumnya. Penggunaan “modal – modal lain” dalam sistem penyembuhan Satya Buana memang diijinkan, sepanjang tidak bertentangan dengan akidah, berlatar belakang sains, dan bertanggung jawab. Tanggung jawab disini berarti bila anda menyarankan suatu bahan atau komposisi herbal pada pasien, anda sendiri terlebih dulu sudah mencobanya berkali-kali dalam jangka waktu lama. Anda memiliki pengetahuan yang baik dalam keamanan penggunaan dan efek sampingnya. Bila anda menggunakan herbal yang sudah terproduk dalam kemasan, pastikan herbal itu legal dengan mempunyai ijin Badan POM (biasanya dengan kode POM TR.), depkes atau dinkes, serta sertifikat halal cangkang kapsul jika herbal itu dikemas dalam bentuk kapsul. Lebih bagus lagi, jika anda bisa mengkonfirmasi kebenaran ijin – ijin itu ke badan yang berwenang. Makin lebih bagus, jika anda bisa melakukan studi banding ke pabrik pembuatannya, melihat dengan seksama proses produksinya. Penggunaan bahan – bahan lain seperti herbal tidak dimaksudkan untuk membuat anda tidak percaya diri saat menggunakan power Satya Buana ketika penyembuhan. Ingat, transfer power Satya Buana adalah langkah wajib yang harus dilakukan. Bila dengan power Satya Buana saja sudah didapat hasil yang sangat baik, mungkin tak perlu penggunaan bahan herbal. Jadi, sifat penggunaan bahan herbal tidak wajib. Lihatlah kasus per kasus lebih dulu. Umumnya, kalau penyakitnya disebabkan virus atau bakteri, barulah penggunaan herbal atau green tea disarankan. Dan jangan lupa, jangan tinggalkan medis. Bila memang harus berkonsultasi dengan dokter, maka konsultasilah. Bila memang harus menjalani general chek up dan ada biayanya, ya lakukanlah.
Sistem penyembuhan di Satya Buana sebenarnya termasuk penyembuhan komplementer, bukan penyembuhan alternatif. Sistem penyembuhan kita ini bisa berjalan serasi dengan medis. Tak boleh meninggalkan sisi medis begitu saja. Kita juga perlu menambah wawasan tentang pola hidup virus dan bakteri. Virus yang mudah menular lewat udara misalnya virus flu (H1N1 untuk flu babi, H5N1 untuk flu burung) dan varian virus H1N1 untuk flu biasa. Jangan pernah anggap remeh penyakit flu. Kesalahan kita (termasuk saya) selama ini sering menganggap enteng flu. Gunakan masker saat anda bergaul dengan orang – orang yang banyak kena flu, atau saat anda menerapi orang yang sedang kena flu. Cuci tangan anda dengan air sabun atau disenfektan setiap habis menerapi atau berjabat tangan dengan orang yang kena flu. Flu mudah menyerang orang yang daya tahan tubuhnya sedang menurun, bisa karena kecapekan, stress, dan sebagainya. Flu juga sangat mudah menyebar di ruangan tertutup dan ber-AC, seperti ruangan kantor dan kabin pesawat. Kalau pas daya tahan tubuh anda pas bagus – bagusnya karena habis latihan, mungkin anda boleh percaya diri. Tapi, sebaiknya anda membiasakan belajar disiplin untuk menjaga kesehatan diri sendiri. Ingat…virus semakin berkembang karena dia juga terus belajar bertahan hidup dan adaptasi dengan lingkungannya…dia semakin pintar saja…
Media penularan virus juga bermacam-macam. Virus HIV misalnya, tak menular lewat udara dan jabat tangan. Juga tak menular melalui keringat atau peralatan makan yang sama. Virus HIV menular lewat tranfusi darah, hubungan seks tak aman, dan jarum suntik. Beda lagi dengan virus hepatitis, misalnya virus hepatitis B yang berawal dari gangguan lever (hati). Virus ini menular lewat air liur, lewat keringat, peralatan makan yang jadi satu, dan hubungan seksual. Jika sudah kronis, dia akan berkembang menjadi sirosis hati dan berakhir dengan kanker hati. Yang berbahaya, virus hepatitis B ini secara medis tak bisa dibunuh. Obat untuk penderita hepatitis B hanya bisa “menidurkan” virus untuk jangka waktu tertentu. Hal yang sama juga berlaku untuk virus HIV, ada jenis obat yang berfungsi memperlambat pergerakan dan perkembangan virus, tetapi belum sampai pada tahap mematikan virusnya. Untungnya virus hepatitis B sudah ada vaksinasi, yang biasanya masuk program imunisasi balita. Ada juga virus HPV (human papiloma virus) yang menyebabkan kanker serviks atau kanker leher rahim bagi wanita. Selain virus HPV, ada juga virus CMV atau cytomegalovirus yang menyebabkan penyakit GBS (Gillan Barre Syndrome), sejenis penyakit syaraf yang mengakibatkan kelumpuhan mendadak pada penderitanya. Penyakit GBS ini juga disebabkan oleh virus Closteridium Yeyeni yang terdapat pada makanan kotor. Kedua jenis penyakit ini bisa disembuhkan dengan kombinasi medis dan terapi tenaga dalam Satya Buana bila belum terlambat. Lain virus lain pula bakteri. Salah satu nama bakteri yang cukup keren adalah Salmonella typhosa. Jangan terlena oleh namanya yang keren, tetapi sesungguhnya bakteri ini menyebabkan gangguan pencernaan, sama dengan “saudara”-nya yakni E Coli. Bakteri jenis ini hidup di air yang tercemar atau lingkungan yang kotor. Kalau masuk ke badan dan daya tahan pas sedang lemah, muncullah mulas yang luar biasa dan berlanjut ke toilet. Kalau sudah berkali-kali buang air besar, ujung-ujungnya dehidrasi.
Kalau sudah begini, meskipun anda seorang anggota Satya Buana yang mumpuni, sebaiknya segera cari obat, oralit, dan pertolongan medis. Disinilah letaknya kesinambungan. Jangan terlalu mengandalkan power anda, tetapi juga jangan terlalu meremehkannya. Bersikap seimbanglah, tahu kapan penggunaan power Satya Buana dan tahu kapan sisi medis atau herbal sebaiknya digunakan. Untuk penyakit yang disebabkan bakteri, biasanya dokter akan memberikan antibiotik yang mesti diminum sampai habis agar bakteri merugikan yang jadi sumber penyakit hilang. Beberapa orang ada yang alergi antibiotik tertentu, jadi konsultasilah dengan dokter saat pemeriksaan.
Mengenali berbagai jenis penyakit dan penyebabnya, serta mengikuti perkembangan terbaru di dunia kedokteran meski dalam batas pengetahuan awam, sudah sangat membantu anda para anggota Satya Buana dalam menerapi orang lain untuk penyembuhan. Terutama jika orang yang anda bantu penyembuhannya itu menderita sakit yang secara medis cukup jelas penyebab dan riwayatnya. Dengan pengetahuan yang cukup baik, kredibilitas anda sebagai seorang penghusada Satya Buana akan meningkat.
Doa yang terpantul
Catatan : Kharisma Abadi ( Humas Satya Buana Surabaya)
Inilah baiknya belajar Satya Buana secara utuh. Tidak setengah-setengah. Banyak sekali pengalaman yang bisa kita peroleh disini. Tak hanya sekedar kesehatan yang optimal, namun pengalaman spiritual pun bisa anda dapatkan.
Namun… sebelum anda memulai asyiknya pengalaman spiritual, ada sejumlah koridor syarat yang mesti dipenuhi. Tujuan utamanya supaya anda tidak salah arah, dan yang paling penting, tidak keliru dalam menafsirkan pengalaman spiritual anda itu. Sebab, kekeliruan dalam menafsirkan pengalaman spiritual bisa saja berakibat fatal, yakni menggelincirkan anda ke syirik. Syukurlah hingga saat ini tidak ada kejadian semacam itu.
Tentu saja, hukum syirik alias menyekutukan Tuhan disini khusus berlaku bagi anda anggota Satya Buana yang muslim. Lantas, bagaimana dengan saudara – saudara kita anggota Satya Buana yang non muslim ? Mereka juga bisa mengalami pengalaman spiritual. Semua mempunyai hak yang sama.
Saya masih ingat, ketika dulu sering dilatih oleh pembina untuk mengenal dimensi alam di sekitar manusia. Aktivitas yang kemudian di tahun 1997, dikenalkan sebagai Teknik Lintas Dimensi oleh Ir Firmansjah Kartawidjaja, salah satu anggota dewan pembina yang bermukim di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Saat itu yang dibahas adalah soal ini : Mengapa ada doa yang tidak dikabulkan oleh Tuhan ? Terkait soal ini, saya yakin anda yang mempunyai pengetahuan agama jauh lebih baik daripada saya bisa menjawabnya dengan berbagai dasar, baik itu bersumber pada hadis nabi atau pendapat para ulama. Namun, saya tidak akan membahasnya sehubungan dengan itu, karena banyak yang jauh lebih berkompeten menjawabnya bila dikaitkan dengan ajaran agama Islam. Saya hanya membatasinya kaitannya antara perihal syirik dengan doa yang dipanjatkan seseorang, karena memang itulah yang saat itu saya pelajari.
Ketika saya belajar untuk mengetahui masalah itu, Pembina Edi Suwono sempat mengatakan, bahwa doa sampai ke Allah atau tidak, sangat berkaitan erat dengan ada tidaknya kesyirikan dalam hati seseorang. Syirik adalah dosa yang tak terampuni, karena seseorang mempersekutukan Allah dengan sesuatu. Mempersekutukan berarti menyamakan, menganggap bahwa ada sesuatu yang juga berkuasa ‘berbuat sesuatu’. Dan perilaku ini tak bisa dibenarkan dengan dalil apapun. Begitu tegasnya prinsip aqidah Islam yang hendak dijaga melalui POTD Satya Buana.
Untuk lebih jelasnya, saya menggunakan teknik untuk melihat sebuah aktivitas doa bersama, yang dipanjatkan oleh sekelompok orang. Bukan kelompok biasa sebenarnya, karena doa bersama itu langsung dipimpin oleh para tokoh pimpinannya juga, yang sangat dihormati dan disegani. Sebelum membaca doa utama pun, mereka juga harus melalui serangkaian bacaan yang juga disusun sedemikian rupa. Bahkan, prosesi doa bersama itu berjalan cukup lama, karena memang banyak materi bacaan yang –menurut mereka- mutlak dibaca.
Tetapi, apa yang terjadi secara spiritual sungguh diluar dugaan saya. Saya sangat tidak percaya dengan apa yang saya lihat sendiri. Aura pancaran dari doa yang mereka panjatkan itu ternyata tidak bisa menembus tujuh lapis langit. Aura doa itu berhenti di langit dunia saja. Dan…tidak hanya sekedar berhenti. Aura doa yang berasal dari bacaan yang mereka ucapkan, juga terpantul kembali ke bumi. Seperti ada lapisan kaca yang memantulkan aura doa itu, sehingga tak bisa menembus tujuh lapis langit. Lantas,.. sia – siakah doa yang mereka baca itu ? Waallahu’alambisshawab.,.
Saya pun protes kepada pembina, mengapa doa itu terpantul ? Pembina tidak menjawab, tetapi justru meminta saya untuk mencari tahu sendiri. Saya pun melakukan scan menyeluruh terhadap aktivitas doa tersebut, dan hasilnya baru saya tahu, karena ada unsur lain yang juga terlibat. Unsur lain ya berhubungan dengan perihal syirik tadi.
Meskipun saya mengetahui hikmah dibalik aktivitas itu, saya atau anda tidak berhak memvonis bahwa mereka yang terlibat pada acara ritual itu musyrik. Mungkin, mereka tidak tahu dan tidak menyadari apa yang terjadi sebenarnya karena memang tidak ada yang memberitahu mereka. Sekalipun toh diberitahu, sangat besar kemungkinan mereka tak percaya, dan bisa menuduh sebaliknya. Jadi, mari kita kembalikan kepada Allah saja…
Selain syirik, doa yang terpantul juga bisa terjadi dari halal atau tidaknya makanan dan minuman yang kita konsumsi. Tak sekedar makanan atau minumannya, tetapi juga uang yang kita gunakan untuk beli makan dan minum tadi, berasal dari jalan yang halal atau tidak. Ini yang masih belum banyak dari kita yang menyadarinya. Bisa jadi kita selalu makan tahu dan tempe, tetapi kalau uangnya didapat dari mencuri, menipu, atau riba ? Bukankah sama saja ? Sangat disayangkan apabila itu terjadi. Kalau orang itu berdoa atau meminta sesuatu kepada Tuhan, doanya juga akan terpantul.
Belakangan, aktivitas serupa seperti apa yang saya amati sekitar akhir tahun 90-an itu, juga terjadi kampung saya. Sekelompok orang selalu mengadakan ritual di sebuah tempat ibadah pada malam – malam tertentu. Menurut informasi dari warga sekitar yang sempat diajak bergabung, mereka juga dengan bangganya selalu memamerkan perhiasan batu akik yang dipercaya mempunyai kemampuan khusus. Prosesi ritual pun tak jauh berbeda dengan yang lain. Sederetan bacaan harus dilalui sebelum membaca doa utama. Dan, doa yang terpantul itu kembali saya lihat…(*)
Inilah baiknya belajar Satya Buana secara utuh. Tidak setengah-setengah. Banyak sekali pengalaman yang bisa kita peroleh disini. Tak hanya sekedar kesehatan yang optimal, namun pengalaman spiritual pun bisa anda dapatkan.
Namun… sebelum anda memulai asyiknya pengalaman spiritual, ada sejumlah koridor syarat yang mesti dipenuhi. Tujuan utamanya supaya anda tidak salah arah, dan yang paling penting, tidak keliru dalam menafsirkan pengalaman spiritual anda itu. Sebab, kekeliruan dalam menafsirkan pengalaman spiritual bisa saja berakibat fatal, yakni menggelincirkan anda ke syirik. Syukurlah hingga saat ini tidak ada kejadian semacam itu.
Tentu saja, hukum syirik alias menyekutukan Tuhan disini khusus berlaku bagi anda anggota Satya Buana yang muslim. Lantas, bagaimana dengan saudara – saudara kita anggota Satya Buana yang non muslim ? Mereka juga bisa mengalami pengalaman spiritual. Semua mempunyai hak yang sama.
Saya masih ingat, ketika dulu sering dilatih oleh pembina untuk mengenal dimensi alam di sekitar manusia. Aktivitas yang kemudian di tahun 1997, dikenalkan sebagai Teknik Lintas Dimensi oleh Ir Firmansjah Kartawidjaja, salah satu anggota dewan pembina yang bermukim di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Saat itu yang dibahas adalah soal ini : Mengapa ada doa yang tidak dikabulkan oleh Tuhan ? Terkait soal ini, saya yakin anda yang mempunyai pengetahuan agama jauh lebih baik daripada saya bisa menjawabnya dengan berbagai dasar, baik itu bersumber pada hadis nabi atau pendapat para ulama. Namun, saya tidak akan membahasnya sehubungan dengan itu, karena banyak yang jauh lebih berkompeten menjawabnya bila dikaitkan dengan ajaran agama Islam. Saya hanya membatasinya kaitannya antara perihal syirik dengan doa yang dipanjatkan seseorang, karena memang itulah yang saat itu saya pelajari.
Ketika saya belajar untuk mengetahui masalah itu, Pembina Edi Suwono sempat mengatakan, bahwa doa sampai ke Allah atau tidak, sangat berkaitan erat dengan ada tidaknya kesyirikan dalam hati seseorang. Syirik adalah dosa yang tak terampuni, karena seseorang mempersekutukan Allah dengan sesuatu. Mempersekutukan berarti menyamakan, menganggap bahwa ada sesuatu yang juga berkuasa ‘berbuat sesuatu’. Dan perilaku ini tak bisa dibenarkan dengan dalil apapun. Begitu tegasnya prinsip aqidah Islam yang hendak dijaga melalui POTD Satya Buana.
Untuk lebih jelasnya, saya menggunakan teknik untuk melihat sebuah aktivitas doa bersama, yang dipanjatkan oleh sekelompok orang. Bukan kelompok biasa sebenarnya, karena doa bersama itu langsung dipimpin oleh para tokoh pimpinannya juga, yang sangat dihormati dan disegani. Sebelum membaca doa utama pun, mereka juga harus melalui serangkaian bacaan yang juga disusun sedemikian rupa. Bahkan, prosesi doa bersama itu berjalan cukup lama, karena memang banyak materi bacaan yang –menurut mereka- mutlak dibaca.
Tetapi, apa yang terjadi secara spiritual sungguh diluar dugaan saya. Saya sangat tidak percaya dengan apa yang saya lihat sendiri. Aura pancaran dari doa yang mereka panjatkan itu ternyata tidak bisa menembus tujuh lapis langit. Aura doa itu berhenti di langit dunia saja. Dan…tidak hanya sekedar berhenti. Aura doa yang berasal dari bacaan yang mereka ucapkan, juga terpantul kembali ke bumi. Seperti ada lapisan kaca yang memantulkan aura doa itu, sehingga tak bisa menembus tujuh lapis langit. Lantas,.. sia – siakah doa yang mereka baca itu ? Waallahu’alambisshawab.,.
Saya pun protes kepada pembina, mengapa doa itu terpantul ? Pembina tidak menjawab, tetapi justru meminta saya untuk mencari tahu sendiri. Saya pun melakukan scan menyeluruh terhadap aktivitas doa tersebut, dan hasilnya baru saya tahu, karena ada unsur lain yang juga terlibat. Unsur lain ya berhubungan dengan perihal syirik tadi.
Meskipun saya mengetahui hikmah dibalik aktivitas itu, saya atau anda tidak berhak memvonis bahwa mereka yang terlibat pada acara ritual itu musyrik. Mungkin, mereka tidak tahu dan tidak menyadari apa yang terjadi sebenarnya karena memang tidak ada yang memberitahu mereka. Sekalipun toh diberitahu, sangat besar kemungkinan mereka tak percaya, dan bisa menuduh sebaliknya. Jadi, mari kita kembalikan kepada Allah saja…
Selain syirik, doa yang terpantul juga bisa terjadi dari halal atau tidaknya makanan dan minuman yang kita konsumsi. Tak sekedar makanan atau minumannya, tetapi juga uang yang kita gunakan untuk beli makan dan minum tadi, berasal dari jalan yang halal atau tidak. Ini yang masih belum banyak dari kita yang menyadarinya. Bisa jadi kita selalu makan tahu dan tempe, tetapi kalau uangnya didapat dari mencuri, menipu, atau riba ? Bukankah sama saja ? Sangat disayangkan apabila itu terjadi. Kalau orang itu berdoa atau meminta sesuatu kepada Tuhan, doanya juga akan terpantul.
Belakangan, aktivitas serupa seperti apa yang saya amati sekitar akhir tahun 90-an itu, juga terjadi kampung saya. Sekelompok orang selalu mengadakan ritual di sebuah tempat ibadah pada malam – malam tertentu. Menurut informasi dari warga sekitar yang sempat diajak bergabung, mereka juga dengan bangganya selalu memamerkan perhiasan batu akik yang dipercaya mempunyai kemampuan khusus. Prosesi ritual pun tak jauh berbeda dengan yang lain. Sederetan bacaan harus dilalui sebelum membaca doa utama. Dan, doa yang terpantul itu kembali saya lihat…(*)
satya buana
Hari Jumat tanggal 16 April 2010 pagi bapak Drs. Yoyo Sutjahyo, Ketua Umum POTD Satya Buana tiba di Bengkulu. Beliau langsung memimpin Evaluasi Kenaikan Tingkat Cabang Bengkulu pada pukul 4 sore hari di lapangan BPN Bengkulu. Setelah sholat maghrib sekitar pukul 7 malam diadakan sarasehan di kediaman bapak Ir. Ismakun, Ketua POTD SB Cabang Bengkulu.
Sabtu pagi hari Rombongan Ketua POTD Pusat disertai bapak Ir. Ismakun dan pelatih bapak Ir. Nazamuddin, Syaiful, SH, Drs. Hari, Ismail Spd. dan mbak Kucir pada pukul 7.30 berangkat menuju Muko-muko. Rombongan baru tiba di Muko-muko sekitar pukul 4.30 sore. Malam hari pukul 7 diadakan Diklat Pelatih yang diikuti 10 orang calon pelatih, dengan materi dasar-dasar keilmuan Satya Buana. Kemudian esok harinya hari Minggu pagi diadakan Evaluasi di pantai Muko-muko. Usai Evaluasi dilanjutkan dengan TC Fisik untuk calon pelatih dengan tujuan meletakkan dasar-dasar jurus dan nafas yang benar, serasi di antara para calon pelatih.
Pukul 1.30 siang Rombongan berangkat pulang menuju Bengkulu. Perjalanan menempuh jarak sekitar 300 km ini memang sangat melelahkan. Jalanan banyak yang rusak parah. Selama perjalanan, baik berangkat maupun pulang Ketua Umum POTD SB Pusat, Ketua Cabang dan para pelatih Bengkulu biarpun lelah tetap dalam suasana gembira dan bahagia, karena dapat membantu Satya Buana Muko-muko yang bertambah maju dan bersemangat.
Hari Selasa 20 April 2010 pukul 11 siang Pengurus SB datang ke kantor walikota Bengkulu, atas undangan Walikota Bengkulu bapak H. Ahmad Kenedi. Dalam pertemuan silaturahmi tersebut Ketua Umum POTD Satya Buana Pusat didampingi oleh Ketua Cabang Bengkulu, Bapak Ismakun para pengurus antara lain Bapak Ir. Nazamuddin, Syaiful, Ibu Yuyun.
Dalam suasana yang sangat akrab tersebut, beliau menyatakan siap mendukung, bahkan beliau menyarankan supaya diadakan bakti sosial pengobatan kepada masyarakat. Dengan bakti sosial ini diharapkan Satya Buana lebih dikenal di kota Bengkulu dan sekitarnya. Semoga.
Sabtu pagi hari Rombongan Ketua POTD Pusat disertai bapak Ir. Ismakun dan pelatih bapak Ir. Nazamuddin, Syaiful, SH, Drs. Hari, Ismail Spd. dan mbak Kucir pada pukul 7.30 berangkat menuju Muko-muko. Rombongan baru tiba di Muko-muko sekitar pukul 4.30 sore. Malam hari pukul 7 diadakan Diklat Pelatih yang diikuti 10 orang calon pelatih, dengan materi dasar-dasar keilmuan Satya Buana. Kemudian esok harinya hari Minggu pagi diadakan Evaluasi di pantai Muko-muko. Usai Evaluasi dilanjutkan dengan TC Fisik untuk calon pelatih dengan tujuan meletakkan dasar-dasar jurus dan nafas yang benar, serasi di antara para calon pelatih.
Pukul 1.30 siang Rombongan berangkat pulang menuju Bengkulu. Perjalanan menempuh jarak sekitar 300 km ini memang sangat melelahkan. Jalanan banyak yang rusak parah. Selama perjalanan, baik berangkat maupun pulang Ketua Umum POTD SB Pusat, Ketua Cabang dan para pelatih Bengkulu biarpun lelah tetap dalam suasana gembira dan bahagia, karena dapat membantu Satya Buana Muko-muko yang bertambah maju dan bersemangat.
Hari Selasa 20 April 2010 pukul 11 siang Pengurus SB datang ke kantor walikota Bengkulu, atas undangan Walikota Bengkulu bapak H. Ahmad Kenedi. Dalam pertemuan silaturahmi tersebut Ketua Umum POTD Satya Buana Pusat didampingi oleh Ketua Cabang Bengkulu, Bapak Ismakun para pengurus antara lain Bapak Ir. Nazamuddin, Syaiful, Ibu Yuyun.
Pengurus Satya Buana meminta dukungan, nasehat dan bimbingan Walikota Bengkulu agar kegiatan SB di Bengkulu lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam rangka mendukung program pemerintah yaitu menyehatkan masyarakat melalui olah raga. yang dikenal dengan "mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga".
Dalam suasana yang sangat akrab tersebut, beliau menyatakan siap mendukung, bahkan beliau menyarankan supaya diadakan bakti sosial pengobatan kepada masyarakat. Dengan bakti sosial ini diharapkan Satya Buana lebih dikenal di kota Bengkulu dan sekitarnya. Semoga.
Langganan:
Postingan (Atom)