Tips 1
Indah di dengar dan serasi. Pilihlah nama yang terdengar indah sewaktu diucapkan dan serasi dengan nama keluarga anda, bila anda menggunakan nama keluarga dibelakang nama yang akan anda pilih.
Tips 2
Unik , Memilih nama yang unik tetap ok asalkan tetap indah didengar, serasi dan mudah diucapkan. Unik tidak berarti menjadi nama yang terdengar aneh atau sulit diucapkan.
Tips 3
Makna Positif , dalam kehidupan. Memilih nama yang mengandung makna dan arti yang positif untuk kehidupan, ini salah satu yang penting, jangan memberi nama yang mengandung arti dan makna buruk. Ingat nama ini akan dibawa selamanya oleh anak anda.
Tips 4
Nama panggilan yang mudah, pilihlah nama yang mudah untuk mengambil nama singkat atau panggilan sehari-hari.
Tips 5
Pengucapan Yang Mudah. Pilihlah nama yang mudah untuk diucapkan.
Tips 6
Memilih nama bagi anak laki dan perempuan, Pertimbangkn untuk memilih nama yang menunjukkan jenis kelamin yang jelas.
Tips 7
Luangkan sedikit waktu untuk berpikir dan berkreasi, tentu tidak ada salahnya jika menyangkut nama yang akan Anda berikan pada bayi Anda.
Tips 8
Libatkan keluarga saat memilih nama bayi. Beri nama yang dapat diterima oleh orang-orang sekitar Anda.
Tips 9
Memilih nama bayi merupakan proses yang indah bagi Anda dan pasangan. Jangan menghilangkan kebahagiaan tersebut hanya karena Anda dan pasangan berselisih pendapat mengenai nama apa yang baik bagi sang bayi. Buatlah daftar nama dan pilihlah salah satunya.
Tips 10
Pilih nama yang memiliki suatu arti tertentu atau memberikan makna yang spesial bagi Anda dan pasangan. Anda mungkin saja memilih nama orang yang Anda sayangi, karakter mitologis, atau pun ikon sejarah. Atau bahkan nama yang berdasarkan atribut fisik bayi Anda seperti warna mata atau rambutnya.
Tips 11
Pertimbangkan dan perhatikan nama akhir bayi Anda. Ketika Anda mencari nama yang tepat untuk bayi Anda, hendaknya selalu mempertimbangkan nama akhir bayi Anda juga.
Tips 12
Jangan memberi nama yang terlalu panjang atau terlalu pendek. Nama depan anak yang terlalu panjang akan membawa ketidakseimbangan dengan nama akhir yang pendek, begitu juga sebaliknya.
Tips 13
Anda harus ingat bahwa nama yang Anda berikan untuk bayi Anda akan disandangnya seumur hidup. Hindari memberikan nama-nama yang terdengar indah tetapi nantinya ketika anak Anda dewasa nama tersebut terdengar lucu bagi orang-orang disekitarnya.
Tips 14
Berpikirlah dua kali sebelum memberikan nama yang Anda pikir keren, tapi orang-orang disekitar Anda menyebutnya aneh. Penelitian menyebutkan bahwa anak-anak yang memiliki nama yang unusual, lebih sering menjadi bahan olok-olokkan teman sebayanya dan sering kali tersisihkan secara sosial.
Tips 15
Jika huruf awal nama akhir bayi anda dimulai dengan konsonan yang berat, sebaiknya anda memilih nama awal bayi anda yang diakhiri dengan huruf vokal.
Tips 16
Banyak orang tua yang memberi nama bayi mereka dengan nama salah seorang sanak keluarganya, atau bahkan figur religius, nama pahlawan, atau tokoh olah raga favoritnya. Jika nama tersebut tidak cocok menjadi nama depan bayi Anda, mungkin Anda dapat menjadikannya nama tengah bayi.
Tips 17
Biasanya, anak-anak usia 10 - 12 tahun sering kali meledek nama teman-teman sepermainannya. Jadi Anda mungkin harus mendengar pendapat anak-anak usia tersebut tentang nama bayi Anda. Kadang anak-anak bisa jadi sumber inspirasi, lho...
Tips 18
Kombinasikan nama Anda dan pasangan untuk nama si bayi.
Tips 19
Jika nama untuk calon buah hati sudah terpilih, coba bisikkan nama tersebut perlahan-lahan, kemudian teriakkan nama tersebut keras-keras. Bagaimana nama tersebut terdengar di telinga? Apakah nama tersebut cocok dengan nama tengah atau nama akhirnya. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah nama tersebut cocok bagi buah hati Anda kelak atau tidak.
Tips 20
Beberapa orang tua sangat menyukai nama-nama yang bersifat modern, bahkan dengan ejaan yang sulit. Sayangnya, hal itu tidak selalu bagus untuk si Anak nantinya. Tentunya Anda tidak ingin memperbaiki ejaan setiap kali orang-orang di sekitar Anda salah memanggil atau menyebutkan si anak, bukan?
Tips 21
Selain memikirkan arti nama, juga kombinasi nama depan, tengah atau belakang yang cocok, jangan lupakan inisial dari nama si anak.
-->
Tampilkan postingan dengan label jiwa sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jiwa sosial. Tampilkan semua postingan
Kamis, 19 November 2009
Kamis, 12 November 2009
KPK Vs Polri
Perhatian sebelum membaca :
Untuk link yang ane kasih ga ngerti kenapa di belakang detik titiknya ada dua,
kalo juragan pada mu link tersebut,ilangin aja 1 titik di belakang tulisan detik, ex
www.detiknews..com bla-bla-bla
menjadi
www.detiknews.com bla-bla-bla
Setelah sukses dengan thread
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2441362
sekarang kita lanjutkan perkembangan KPK Vs Polri.
tampaknya persaingan antara KPK Vs Polri makin meruncing setelah hari ini Polri menggeledah KPK.
Polri bersikukuh bahwasannya ada pejabat KPK yang menerima suap,dmn dugaan tersebut berdasarkan sebuah pengakuan tanpa bukti yang diungkapkan oleh Anggoro cs.
skarang kita cek kondisi aktual dari apa yg ada & biar Juragan smua yg berpendapat.
1.Mungkin yang pertama ini tdk perlu diungkapkan lebih jauh,bahwasannya Antasari bertemu dg Anggoro di Singapura & dalam pertemuan tersebut Anggoro mengaku telah mengucurkan dana sebesar 6 Miliar untuk menyuap Pimpinan KPK agar kasus yg terkait dengan dirinya dihentikan,dmn terseret nama-nama Pimpinan KPK dan pejabat KPK lainnya,disinilah asal muasal dimana kasus ini akhirnya melebar & entah sampai kapan berakhir,
2.Langsung kita menuju ke masalah Ary Muladi yang sudah ditangkap oleh Polri dan dijadikan tersangka, dan dia dianggap Polri menjadi jembatan antara Anggoro dan KPK. Ary membuat testimoni bersama Anggodo (adik Anggoro) bahwasannya pada rentang tanggal 11-18 Agustus,hal ini pun tertuang dalam BAP ketika Ary di periksa.
3.Dengan adanya tuduhan bahwasannya ada pejabat KPK (Bibit S.R.) menerima suap,akhirnya membuat suhu semakin panas,sehingga Bibit & Chandra Hamzah melakukan konferensi pers yg salah satu isinya Bibit berhasil mematahkan tuduhan bahwa dirinya menerima suap,karena pada tanggal tersebut (poin 2) dia sedang berada di Lima (Peru), ini tentu tidak sinkron karena dalam laporan yg diterima oleh Polri. Bibit dalam konferensi tersebut membawa bukti-bukti lengkap bahwasannya pd rentang tgl tersebut dirinya sedang berada di Lima (Peru)
http://www.detiknews..com/read/2009/...in-di-bellagio
http://www.detiknews..com/read/2009/...palagi-rp-15-m
4.Karena adanya bantahan tersebut & Bibit berhasil menunjukkan bukti-bukti yang kuat,maka Ary cs dalam kondisi terjepit hingga akhirnya Ary sendiri mencabut laporan tersebut
http://www.detiknews..com/read/2009/...-sudah-dicabut, dan anehnya Polri tidak mempedulikan cabutan atas laporan tersebut
http://www.detiknews..com/read/2009/...al-suap-di-kpk
Disamping itu Ary juga mendapat tekanan oleh pihak Anggoro dan Polri,dlm hal ini adik dari Anggoro yakni Anggodo untuk tetap mengakui perbuatannya
http://www.detiknews..com/read/2009/...al-suap-di-kpk
http://www.detiknews..com/read/2009/...al-suap-di-kpk
Aneh apa ajaib ya? orang udah cabut laporannya kok Polri tetep jalan terus.
5.Selain itu Ary jg disebutkan oleh Kapolri menyuap Chandra sebesar 1 M,yg membuat Chandra geram
http://www.detiknews..com/read/2009/...ap-rp-1-miliar
Namun lucunya pihak Ary tidak pernah merasa bahwa pengakuan tersebut datang dari Ary
http://www.detiknews..com/read/2009/...1-m-ke-chandra
Nah kalo gini yg bener siapa ya? udah ga kompak neh!!!
masa Kapolri ngarang cerita seh?? ini Kapolri lho Gan,kira2 dia ngutip dr mana ya??
Juragan pada bingung kan? ane jg bingung,he9x
6.Selain Ary,aktor di balik cerita ini adalah Edy,dan dalam pengakuannya Edy mangatakan bahwa cerita yang disampaikan Anggodo ngawur.
http://www.detiknews..com/read/2009/...anggodo-ngawur
semakin rame kan ceritanya,antara Polri & saksi-saksinya yang dijadikan pegangan Polri untuk mengungkap suap ternyata berbalik,tidak ada pengakuan yang mendukung teori Polri.
7.Pihak KPK bukan tanpa usaha mencari jalan terang tentang Pimpinannya,namun semua tuduhan tersebut tidak terbukti
http://www.detiknews..com/read/2009/...na-ke-pimpinan
dan untuk kilas balik sedikit,saya jg mengutip beberapa kelemahan Polri atas penetapan tersangka atas Chandra dan Bibit
http://www.detiknews..com/read/2009/...-kpk-tersangka
8.Setelah melihat kronologis yang aneh & ga jelas,ga lengkap rasanya kalo kita tidak membahas masalah salah satu aktor utama dalam kasus ini. Yup,siapa lagi kalo bukan Susno Duadji.
Mulanya sempat beredar isu bahwa Susno sempat bertemu dengan Annggoro di Singapura,meskipun awalnya Pihak Anggoro (kuasa hukum) berdalih tidak tahu menahu
http://www.detiknews..com/read/2009/...rtemu-kliennya
Namun akhirnya berita itu terkuak,sehingga menyebabkan kebingungan,kenapa Anggoro yang sudah dijadikan tersangka & DPO oleh KPK,tidak ditangkap oleh pihak Polri,malahan Susno bertemu dg Anggoro di Singapura. Juragan makin bingung Ga??? ini lengkapnya..
http://korupsi.vivanews.com/news/rea..._temui_anggoro
http://www.detiknews..com/read/2009/...-sebagai-saksi
Kenapa orang yang sudah ditetapkan sebagai buron tidak ditangkap oleh Polri dengan alasan jadi tersangka di KPK di Polri tidak.. Bukankah Polri harusnya mendukung gerakan pemberantasan korupsi?? kalo sudah begini siapa yg aneh?? siapa yg superbody??
http://www.detiknews..com/read/2009/...snya-ditangkap
http://www.detiknews..com/read/2009/...at-penangkapan
http://korupsi.vivanews.com/news/rea..._setelah_buron
kalo makin bingung,tunggu dulu Gan.. ada yang lebih bikin bingung lg..
Dlm pengakuannya Anggoro tidak pernah diperiksa oleh pihak Polri
http://www.detiknews..com/read/2009/...periksa-polisi
tetapi.... beda lagi versi Polri... udah di BAP lho Gan...
http://www.detiknews..com/read/2009/...o-telah-di-bap
Aneh bukan?? orang yang sedang dicari2 krn dugaan korupsi,eh malah ketemu Kabareskrim dengan tenang.. ingat Kabareskrim Gan..!!!!! tidak hanya itu,perlu di catat,pertemuan tersebut terjadi di Singapura,artinya Susno yg menyambangi Anggoro,hebat bukan??? seorang Kabareskrim mau-maunya ke Singapura bertemu dg orang yg sedang buron.
Setelah semakin tersudut,keluarlah statement ga jelas dari Kadiv Binkum Mabes Polri Irjen Pol Ariyanto Sutadi,bahwasannya Anggoro merupakan Buron dari KPK buka Polri (ANEH..!! BKIN BINGUNG..!!)
http://www.detiknews..com/read/2009/...rsangka-di-kpk
Lucu kan Gan,BURONAN KPK tidak sama dengan BURONAN POLRI
Nah sekarang tinggal Juragan semua yg menilai dan berpikir jernih,
apa benar semua cerita yang beredar selama ini????
jangan lupa ada satu hal yang terlewat, ujung-ujunganya ini permintaan Anggoro,
Anggoro meminta kasusnya di serahkan ke Kejagung atau Polri
http://www.detiknews..com/read/2009/...ung-atau-polri
artinya tau sendiri kan Gan.. ga usah ane beberin lg disini..
apkah smua ini ada kaitannya dg pernyataan Bibit berikut ini...
http://www.detiknews..com/read/2009/...-penyadap-kita
kita tunggu saja perkembangan & akhir dari cerita yang sangat aneh ini..
sekali lagi ane manusia biasa,mohon maaf buat Kaskuser lain jika ada kesalahan,
ane cuma orang biasa dan pegawai perusahaan biasa yg miris dengan kondisi Korupsi saat ini.
Untuk link yang ane kasih ga ngerti kenapa di belakang detik titiknya ada dua,
kalo juragan pada mu link tersebut,ilangin aja 1 titik di belakang tulisan detik, ex
www.detiknews..com bla-bla-bla
menjadi
www.detiknews.com bla-bla-bla
Setelah sukses dengan thread
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2441362
sekarang kita lanjutkan perkembangan KPK Vs Polri.
tampaknya persaingan antara KPK Vs Polri makin meruncing setelah hari ini Polri menggeledah KPK.
Polri bersikukuh bahwasannya ada pejabat KPK yang menerima suap,dmn dugaan tersebut berdasarkan sebuah pengakuan tanpa bukti yang diungkapkan oleh Anggoro cs.
skarang kita cek kondisi aktual dari apa yg ada & biar Juragan smua yg berpendapat.
1.Mungkin yang pertama ini tdk perlu diungkapkan lebih jauh,bahwasannya Antasari bertemu dg Anggoro di Singapura & dalam pertemuan tersebut Anggoro mengaku telah mengucurkan dana sebesar 6 Miliar untuk menyuap Pimpinan KPK agar kasus yg terkait dengan dirinya dihentikan,dmn terseret nama-nama Pimpinan KPK dan pejabat KPK lainnya,disinilah asal muasal dimana kasus ini akhirnya melebar & entah sampai kapan berakhir,
2.Langsung kita menuju ke masalah Ary Muladi yang sudah ditangkap oleh Polri dan dijadikan tersangka, dan dia dianggap Polri menjadi jembatan antara Anggoro dan KPK. Ary membuat testimoni bersama Anggodo (adik Anggoro) bahwasannya pada rentang tanggal 11-18 Agustus,hal ini pun tertuang dalam BAP ketika Ary di periksa.
3.Dengan adanya tuduhan bahwasannya ada pejabat KPK (Bibit S.R.) menerima suap,akhirnya membuat suhu semakin panas,sehingga Bibit & Chandra Hamzah melakukan konferensi pers yg salah satu isinya Bibit berhasil mematahkan tuduhan bahwa dirinya menerima suap,karena pada tanggal tersebut (poin 2) dia sedang berada di Lima (Peru), ini tentu tidak sinkron karena dalam laporan yg diterima oleh Polri. Bibit dalam konferensi tersebut membawa bukti-bukti lengkap bahwasannya pd rentang tgl tersebut dirinya sedang berada di Lima (Peru)
http://www.detiknews..com/read/2009/...in-di-bellagio
http://www.detiknews..com/read/2009/...palagi-rp-15-m
4.Karena adanya bantahan tersebut & Bibit berhasil menunjukkan bukti-bukti yang kuat,maka Ary cs dalam kondisi terjepit hingga akhirnya Ary sendiri mencabut laporan tersebut
http://www.detiknews..com/read/2009/...-sudah-dicabut, dan anehnya Polri tidak mempedulikan cabutan atas laporan tersebut
http://www.detiknews..com/read/2009/...al-suap-di-kpk
Disamping itu Ary juga mendapat tekanan oleh pihak Anggoro dan Polri,dlm hal ini adik dari Anggoro yakni Anggodo untuk tetap mengakui perbuatannya
http://www.detiknews..com/read/2009/...al-suap-di-kpk
http://www.detiknews..com/read/2009/...al-suap-di-kpk
Aneh apa ajaib ya? orang udah cabut laporannya kok Polri tetep jalan terus.
5.Selain itu Ary jg disebutkan oleh Kapolri menyuap Chandra sebesar 1 M,yg membuat Chandra geram
http://www.detiknews..com/read/2009/...ap-rp-1-miliar
Namun lucunya pihak Ary tidak pernah merasa bahwa pengakuan tersebut datang dari Ary
http://www.detiknews..com/read/2009/...1-m-ke-chandra
Nah kalo gini yg bener siapa ya? udah ga kompak neh!!!
masa Kapolri ngarang cerita seh?? ini Kapolri lho Gan,kira2 dia ngutip dr mana ya??
Juragan pada bingung kan? ane jg bingung,he9x
6.Selain Ary,aktor di balik cerita ini adalah Edy,dan dalam pengakuannya Edy mangatakan bahwa cerita yang disampaikan Anggodo ngawur.
http://www.detiknews..com/read/2009/...anggodo-ngawur
semakin rame kan ceritanya,antara Polri & saksi-saksinya yang dijadikan pegangan Polri untuk mengungkap suap ternyata berbalik,tidak ada pengakuan yang mendukung teori Polri.
7.Pihak KPK bukan tanpa usaha mencari jalan terang tentang Pimpinannya,namun semua tuduhan tersebut tidak terbukti
http://www.detiknews..com/read/2009/...na-ke-pimpinan
dan untuk kilas balik sedikit,saya jg mengutip beberapa kelemahan Polri atas penetapan tersangka atas Chandra dan Bibit
http://www.detiknews..com/read/2009/...-kpk-tersangka
8.Setelah melihat kronologis yang aneh & ga jelas,ga lengkap rasanya kalo kita tidak membahas masalah salah satu aktor utama dalam kasus ini. Yup,siapa lagi kalo bukan Susno Duadji.
Mulanya sempat beredar isu bahwa Susno sempat bertemu dengan Annggoro di Singapura,meskipun awalnya Pihak Anggoro (kuasa hukum) berdalih tidak tahu menahu
http://www.detiknews..com/read/2009/...rtemu-kliennya
Namun akhirnya berita itu terkuak,sehingga menyebabkan kebingungan,kenapa Anggoro yang sudah dijadikan tersangka & DPO oleh KPK,tidak ditangkap oleh pihak Polri,malahan Susno bertemu dg Anggoro di Singapura. Juragan makin bingung Ga??? ini lengkapnya..
http://korupsi.vivanews.com/news/rea..._temui_anggoro
http://www.detiknews..com/read/2009/...-sebagai-saksi
Kenapa orang yang sudah ditetapkan sebagai buron tidak ditangkap oleh Polri dengan alasan jadi tersangka di KPK di Polri tidak.. Bukankah Polri harusnya mendukung gerakan pemberantasan korupsi?? kalo sudah begini siapa yg aneh?? siapa yg superbody??
http://www.detiknews..com/read/2009/...snya-ditangkap
http://www.detiknews..com/read/2009/...at-penangkapan
http://korupsi.vivanews.com/news/rea..._setelah_buron
kalo makin bingung,tunggu dulu Gan.. ada yang lebih bikin bingung lg..
Dlm pengakuannya Anggoro tidak pernah diperiksa oleh pihak Polri
http://www.detiknews..com/read/2009/...periksa-polisi
tetapi.... beda lagi versi Polri... udah di BAP lho Gan...
http://www.detiknews..com/read/2009/...o-telah-di-bap
Aneh bukan?? orang yang sedang dicari2 krn dugaan korupsi,eh malah ketemu Kabareskrim dengan tenang.. ingat Kabareskrim Gan..!!!!! tidak hanya itu,perlu di catat,pertemuan tersebut terjadi di Singapura,artinya Susno yg menyambangi Anggoro,hebat bukan??? seorang Kabareskrim mau-maunya ke Singapura bertemu dg orang yg sedang buron.
Setelah semakin tersudut,keluarlah statement ga jelas dari Kadiv Binkum Mabes Polri Irjen Pol Ariyanto Sutadi,bahwasannya Anggoro merupakan Buron dari KPK buka Polri (ANEH..!! BKIN BINGUNG..!!)
http://www.detiknews..com/read/2009/...rsangka-di-kpk
Lucu kan Gan,BURONAN KPK tidak sama dengan BURONAN POLRI
Nah sekarang tinggal Juragan semua yg menilai dan berpikir jernih,
apa benar semua cerita yang beredar selama ini????
jangan lupa ada satu hal yang terlewat, ujung-ujunganya ini permintaan Anggoro,
Anggoro meminta kasusnya di serahkan ke Kejagung atau Polri
http://www.detiknews..com/read/2009/...ung-atau-polri
artinya tau sendiri kan Gan.. ga usah ane beberin lg disini..
apkah smua ini ada kaitannya dg pernyataan Bibit berikut ini...
http://www.detiknews..com/read/2009/...-penyadap-kita
kita tunggu saja perkembangan & akhir dari cerita yang sangat aneh ini..
sekali lagi ane manusia biasa,mohon maaf buat Kaskuser lain jika ada kesalahan,
ane cuma orang biasa dan pegawai perusahaan biasa yg miris dengan kondisi Korupsi saat ini.
FRI Keluarkan Empat Pemikiran dan Sikap Moral Sehubungan Perkembangan Konflik KPK Vs Polri
Yogyakarta, CyberNews. Episode demi episode drama konflik antar lembaga penegak hukum, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) versus Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Kejaksaan Agung, mengindikasikan adanya sesuatu yang salah dalam penegakan hukum, demokrasi, dan kepemimpinan nasional.
Perkembangan yang terjadi sekarang membenarkan sinyalemen Forum Rektor Indonesia (FRI) setahun lalu tentang adanya corruptors fight-back dan mafia peradilan telah menjadi fenomena yang sulit dibantah, dan telah menggugah keprihatinan semua komponen bangsa.
Oleh karena itu, sebagai hasil pertemuan di Surabaya tadi (8/11) yang disampaikan Ketuanya Prof Dr Edy Suandi Hamid melalui email, FRI perlu memberikan pemikiran dan himbauan moral sebagai berikut: Fenomena penegakan hukum saat ini menunjukkan praktik eksploitasi dan diskriminasi perlakuan, sehingga mengusik rasa keadilan dan kepastian hukum. Penegakan hukum yang menunjukkan perbaikan dalam beberapa waktu yang lalu, saat ini telah kembali kepada titik nadir.
Masalah lembeknya penegakan hukum seharusnya dijadikan momentum oleh pemerintah dalam melakukan reformasi hukum di bidang struktur, substansi, dan kultur di Indonesia.
Kedua adanya koalisi besar yang ada di Dewan Perwakilan Rakyat sekarang ini diharapkan tidak menurunkan daya kritisnya dan berperan sebagai wakil rakyat yang sebenarnya, menjunjung tinggi moralitas, menjalankan perannya menegakkan prinsip- prinsip demokrasi yang riil untuk menyampaikan aspirasi masyarakat, dan mengesampingkan kepentingan-kepentingan politis pragmatis jangka pendek yang melahirkan situasi mundur (set-back) ke masa lalu yang hanya melahirkan wajah demokrasi formalistik dan bukan demokrasi substantif. Keputusan terkait kebijakan publik jangan sampai diatur oleh segelintir elit, "cukong", dan "makelar kasus" (markus).
Presiden dan para pejabat negara harus lebih terbuka dan cepat menanggapi situasi yang berkembang di masyarakat. Pada era teknologi komunikasi yang canggih, respon atas suatu informasi harus ekstra cepat. Jika tidak, informasi salah yang berkembang akan semakin memperkeruh suasana, menjadikan penangganan masalah menjadi lebih berat, dan berpotensi menimbulkan konflik antar komponen bangsa.
Mencermati hal tersebut di atas, FRI mengajak segenap kalangan kampus, lembaga swadaya masyarakat yang kredibel, dan siapapun yang peduli untuk memajukan bangsa, agar bersama-sama secara jernih mencari jalan keluar dari masalah yang ada, dalam rangka mengawal perjalanan demokrasi bangsa yang terancam mandul dan reformasi yang berjalan tersendat dan berpotensi stagnan.
Selain oleh Ketuanya, Prof Dr Edy Suandi Hamid MEc pemikiran dan himbauan moral itu juga ditanda-tangani Ketua Dewan Pertimbangan FRI, Prof Wibisono Hardjopranoto MS.
( Asril Sutan Marajo / CN13 )
SUMBER: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2009/11/08/39686/Sehubungan.Perkembangan.Konflik.KPK.Vs.Polri
Perkembangan yang terjadi sekarang membenarkan sinyalemen Forum Rektor Indonesia (FRI) setahun lalu tentang adanya corruptors fight-back dan mafia peradilan telah menjadi fenomena yang sulit dibantah, dan telah menggugah keprihatinan semua komponen bangsa.
Oleh karena itu, sebagai hasil pertemuan di Surabaya tadi (8/11) yang disampaikan Ketuanya Prof Dr Edy Suandi Hamid melalui email, FRI perlu memberikan pemikiran dan himbauan moral sebagai berikut: Fenomena penegakan hukum saat ini menunjukkan praktik eksploitasi dan diskriminasi perlakuan, sehingga mengusik rasa keadilan dan kepastian hukum. Penegakan hukum yang menunjukkan perbaikan dalam beberapa waktu yang lalu, saat ini telah kembali kepada titik nadir.
Masalah lembeknya penegakan hukum seharusnya dijadikan momentum oleh pemerintah dalam melakukan reformasi hukum di bidang struktur, substansi, dan kultur di Indonesia.
Kedua adanya koalisi besar yang ada di Dewan Perwakilan Rakyat sekarang ini diharapkan tidak menurunkan daya kritisnya dan berperan sebagai wakil rakyat yang sebenarnya, menjunjung tinggi moralitas, menjalankan perannya menegakkan prinsip- prinsip demokrasi yang riil untuk menyampaikan aspirasi masyarakat, dan mengesampingkan kepentingan-kepentingan politis pragmatis jangka pendek yang melahirkan situasi mundur (set-back) ke masa lalu yang hanya melahirkan wajah demokrasi formalistik dan bukan demokrasi substantif. Keputusan terkait kebijakan publik jangan sampai diatur oleh segelintir elit, "cukong", dan "makelar kasus" (markus).
Presiden dan para pejabat negara harus lebih terbuka dan cepat menanggapi situasi yang berkembang di masyarakat. Pada era teknologi komunikasi yang canggih, respon atas suatu informasi harus ekstra cepat. Jika tidak, informasi salah yang berkembang akan semakin memperkeruh suasana, menjadikan penangganan masalah menjadi lebih berat, dan berpotensi menimbulkan konflik antar komponen bangsa.
Mencermati hal tersebut di atas, FRI mengajak segenap kalangan kampus, lembaga swadaya masyarakat yang kredibel, dan siapapun yang peduli untuk memajukan bangsa, agar bersama-sama secara jernih mencari jalan keluar dari masalah yang ada, dalam rangka mengawal perjalanan demokrasi bangsa yang terancam mandul dan reformasi yang berjalan tersendat dan berpotensi stagnan.
Selain oleh Ketuanya, Prof Dr Edy Suandi Hamid MEc pemikiran dan himbauan moral itu juga ditanda-tangani Ketua Dewan Pertimbangan FRI, Prof Wibisono Hardjopranoto MS.
( Asril Sutan Marajo / CN13 )
SUMBER: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2009/11/08/39686/Sehubungan.Perkembangan.Konflik.KPK.Vs.Polri
Forum Rektor: Perkembangan KPK-Polri Mengkhawatirkan] Forum Rektor: Perkembangan KPK-Polri Mengkhawatirkan
Yogyakarta (ANTARA) - Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) Prof Dr Edy Suandi Hamid MEc mengatakan masalah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sudah berkembang ke arah yang mengkhawatirkan.
"Penahanan pimpinan KPK nonaktif Bibit Samad Rianto-Chandra M Hamzah oleh Mabes Polri telah menimbulkan reaksi keras dari hampir semua kalangan masyarakat," katanya di Yogyakarta, Senin.
Menurut dia jika kasus tersebut tidak ada penyelesaian dikhawatirkan akan membahayakan penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, serta citra dan kredibilitas pemerintah di mata rakyat dan internasional.
Ia mengatakan sebagai bentuk kepedulian dan kecintaan kepada bangsa, FRI untuk kesekian kali mengimbau pihak terkait untuk segera menyelesaikan masalah tersebut.
"Selain itu juga diperlukan langkah politis yang berani dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan melakukan diskresi sendiri untuk menyelesaikan kasus tersebut," katanya.
Menurut dia sikap itu perlu diambil karena langkah Polri dalam menangani kasus itu sudah tampak ke publik sebagai langkah penegakan hukum yang tidak biasa berdasarkan dasar-dasar hukum yang berlaku.
"Di mata masyarakat awam sekali pun, proses penegakan hukum seperti yang dilakukan Polri terhadap kedua pimpinan KPK nonaktif tersebut penuh dengan kejanggalan dan mengabaikan prinsip `due process of law`," katanya.
Ia mengatakan jika langkah politis dengan diskresi tidak akan dilakukan, Presiden SBY perlu segera membentuk tim independen untuk mengusut masalah tersebut secara adil dan transparan.
"Tim independen harus diberi kewenangan luas, termasuk untuk melakukan pemeriksaan, mengakses informasi atau menginvestigasi untuk mencari bukti-bukti yang terkait. Selain itu, juga harus ada sanksi bagi pihak yang tidak kooperatif," katanya.
Menurut dia Presiden SBY perlu mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) karena lembaga-lembaga yang sedang bermasalah itu dibentuk dengan UU, sehingga tim independen mempunyai landasan hukum yang kuat.
"Berhubung kuatnya peran rekaman yang dianggap sebagai bukti adanya rekayasa dalam kasus tersebut, maka semua rekaman yang ada di KPK hendaknya dibuka ke publik melalui perintah pengadilan," katanya.
Ia mengatakan Polri hendaknya menahan diri untuk tidak menyita rekaman tersebut agar terhindar dari prasangka buruk atau tidak terkesan ada sesuatu yang ditutupi.
"Masalah KPK-Polri salah satunya diduga terkait dengan kasus Bank Century, karena itu laporan audit investigasi BPK atas bank tersebut seharusnya juga dilengkapi dengan rincian aliran arus dana Rp6,7 triliun, sehingga diketahui siapa saja yang menikmati uang haram tersebut. Selanjutnya kasus tersebut diusut tuntas," katanya.
SUMBER: http://id.news.yahoo.com/antr/20091102/tpl-forum-rektor-perkembangan-kpk-polri-cc08abe.html
"Penahanan pimpinan KPK nonaktif Bibit Samad Rianto-Chandra M Hamzah oleh Mabes Polri telah menimbulkan reaksi keras dari hampir semua kalangan masyarakat," katanya di Yogyakarta, Senin.
Menurut dia jika kasus tersebut tidak ada penyelesaian dikhawatirkan akan membahayakan penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, serta citra dan kredibilitas pemerintah di mata rakyat dan internasional.
Ia mengatakan sebagai bentuk kepedulian dan kecintaan kepada bangsa, FRI untuk kesekian kali mengimbau pihak terkait untuk segera menyelesaikan masalah tersebut.
"Selain itu juga diperlukan langkah politis yang berani dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan melakukan diskresi sendiri untuk menyelesaikan kasus tersebut," katanya.
Menurut dia sikap itu perlu diambil karena langkah Polri dalam menangani kasus itu sudah tampak ke publik sebagai langkah penegakan hukum yang tidak biasa berdasarkan dasar-dasar hukum yang berlaku.
"Di mata masyarakat awam sekali pun, proses penegakan hukum seperti yang dilakukan Polri terhadap kedua pimpinan KPK nonaktif tersebut penuh dengan kejanggalan dan mengabaikan prinsip `due process of law`," katanya.
Ia mengatakan jika langkah politis dengan diskresi tidak akan dilakukan, Presiden SBY perlu segera membentuk tim independen untuk mengusut masalah tersebut secara adil dan transparan.
"Tim independen harus diberi kewenangan luas, termasuk untuk melakukan pemeriksaan, mengakses informasi atau menginvestigasi untuk mencari bukti-bukti yang terkait. Selain itu, juga harus ada sanksi bagi pihak yang tidak kooperatif," katanya.
Menurut dia Presiden SBY perlu mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) karena lembaga-lembaga yang sedang bermasalah itu dibentuk dengan UU, sehingga tim independen mempunyai landasan hukum yang kuat.
"Berhubung kuatnya peran rekaman yang dianggap sebagai bukti adanya rekayasa dalam kasus tersebut, maka semua rekaman yang ada di KPK hendaknya dibuka ke publik melalui perintah pengadilan," katanya.
Ia mengatakan Polri hendaknya menahan diri untuk tidak menyita rekaman tersebut agar terhindar dari prasangka buruk atau tidak terkesan ada sesuatu yang ditutupi.
"Masalah KPK-Polri salah satunya diduga terkait dengan kasus Bank Century, karena itu laporan audit investigasi BPK atas bank tersebut seharusnya juga dilengkapi dengan rincian aliran arus dana Rp6,7 triliun, sehingga diketahui siapa saja yang menikmati uang haram tersebut. Selanjutnya kasus tersebut diusut tuntas," katanya.
SUMBER: http://id.news.yahoo.com/antr/20091102/tpl-forum-rektor-perkembangan-kpk-polri-cc08abe.html
Selasa, 29 September 2009
Nunca mas! nunca……..
Saat ini,
Genap sudah 30 tahun kediktatoran mulai berkarir
Hidup di sebuah tanah benama Argentina
Kumandang tangis dan dan kesedihan
Mengalun ke pelosok negeri tuk mengenang
Bergerak,
Merasuk dari relung hati dan jiwa
Sampai ke liang tengkorak entah berantah
Saksi kekejaman rezim militer penindas
Tiada lepas dari senjata dan kuasa
Detik berlalu,
Hamparan kata-pun terkunci
Bukan sifat namun terkenang jelas
Masa lalu yang sekali-pun orang tuaku masih seusiaku
Kala militer memenangkan kekuasaan di negeriku
Keheningan menjadi-jadi,
Berjuta pertanyaan mengapa
Berbentur bertemu bersatu
Mengena walau bukan berarti benar
Berbangga walau pasti salah
Kosong,
Arti pistol adalah darah
Arti sasaran adalah rakyat
Arti sipil adalah tunduk
Arti tahta adalah militer
Bodoh,
Apanya yang berubah?
Yang 30 tahun disana, disini 40 tahun
Yang disana sudah berakhir dan yang disini tak terselesaikan
Yang disana dikenang dan yang disini dilupakan seakan tak terjadi
Apanya yang diubah?
Kebanggaan,
Mitos pewayangan Gatot Kaca
Dominasi dan hegemoni atas kebudayaan
Kuat dan super pastinya pemilik pelor
Penikmat ratu adil maha bedil dan ababil
Namun,
Tabir kemegahan masa lalu wajib disingkapkan
Keagungan dan kebenaran wajib dipertanyakan
Jaring Keadilan dan Kebebasan wajib ditegakkan
Berlawan untuk dekolonisasi Metodologi
Dan-ku belajar,
Hadapi konflik tanpa sembunyi berdogma SARA
Ragam tanpa paksa bukan lagi fasis
Tak lagi diskriminan rasis dan sektarian
Patahkan patriarki, hilangkan Supremasi
Adillah sejak masih dipikiran dan impian, kata Pram
Hidup untuk berbeda, bersatu dengan sadar
Jika tidak hari ini, esok masih ada harapan
Manusia damai dan sederajat tanpa eksploitasi
Rakyat pemegang tahta dan kuasa
Dengan ini kusuarakan,
Menolak Tunduk!
Jum’at,
Dini hari saat kota besar terlelap
namun tetap juga tak bebas polusi
Genap sudah 30 tahun kediktatoran mulai berkarir
Hidup di sebuah tanah benama Argentina
Kumandang tangis dan dan kesedihan
Mengalun ke pelosok negeri tuk mengenang
Bergerak,
Merasuk dari relung hati dan jiwa
Sampai ke liang tengkorak entah berantah
Saksi kekejaman rezim militer penindas
Tiada lepas dari senjata dan kuasa
Detik berlalu,
Hamparan kata-pun terkunci
Bukan sifat namun terkenang jelas
Masa lalu yang sekali-pun orang tuaku masih seusiaku
Kala militer memenangkan kekuasaan di negeriku
Keheningan menjadi-jadi,
Berjuta pertanyaan mengapa
Berbentur bertemu bersatu
Mengena walau bukan berarti benar
Berbangga walau pasti salah
Kosong,
Arti pistol adalah darah
Arti sasaran adalah rakyat
Arti sipil adalah tunduk
Arti tahta adalah militer
Bodoh,
Apanya yang berubah?
Yang 30 tahun disana, disini 40 tahun
Yang disana sudah berakhir dan yang disini tak terselesaikan
Yang disana dikenang dan yang disini dilupakan seakan tak terjadi
Apanya yang diubah?
Kebanggaan,
Mitos pewayangan Gatot Kaca
Dominasi dan hegemoni atas kebudayaan
Kuat dan super pastinya pemilik pelor
Penikmat ratu adil maha bedil dan ababil
Namun,
Tabir kemegahan masa lalu wajib disingkapkan
Keagungan dan kebenaran wajib dipertanyakan
Jaring Keadilan dan Kebebasan wajib ditegakkan
Berlawan untuk dekolonisasi Metodologi
Dan-ku belajar,
Hadapi konflik tanpa sembunyi berdogma SARA
Ragam tanpa paksa bukan lagi fasis
Tak lagi diskriminan rasis dan sektarian
Patahkan patriarki, hilangkan Supremasi
Adillah sejak masih dipikiran dan impian, kata Pram
Hidup untuk berbeda, bersatu dengan sadar
Jika tidak hari ini, esok masih ada harapan
Manusia damai dan sederajat tanpa eksploitasi
Rakyat pemegang tahta dan kuasa
Dengan ini kusuarakan,
Menolak Tunduk!
Jum’at,
Dini hari saat kota besar terlelap
namun tetap juga tak bebas polusi
moral dan kematian
“…Masalah moral, masalah akhlak
Biar kami cari sendiri
Urus saja moralmu, urus saja akhlakmu
Peradilan yang sehat itu yang kami mau
Turunkan harga secepatnya
Berikan kami pekerjaan
Pasti kuangkat engkau
Menjadi manusia setengah dewa…”
(Manusia setengah dewa, Iwan Fals)
Moorrraaalllll,…
Orang yang ngaku sebagai kepanjangan-tanganan Tuhan
saja bisa membunuh, memfitnah, memperkosa…..
Apalagi seperti saya,
yang tercantum dipikiran
dengan tindakan bertolak belakang.
Seperti nonton film di TV yang channel satunya
menyebarkan nilai-2 Islam dan channel yang lainnya
menyebarkan nilai-2 Kristen……….
Emangnye,
ni dunie bebas nilai ape???…!
Masalah Toleransi
Saya sih ingetnya waktu SMA dulu, P4 ngajarinnya
“…Jika Budi beribadah di Gereja di hari minggu,
temannya Anto menunggu dengan setia di luar (jaga
parkiran maksudnya?)” atau “Jika di Vihara sedang
dilaksanakan peribadatan, kita harus mengecilkan
volume TV dan Radio yang sedang kita dengarkan”. Bagus
sih…
Masalahnya,
Kebijakan negara memaksakan rakyatnya menelan mentah-2
tanpa proses sebuah ideologi Pancasilaistis dalam
mencuci otak rakyatnya memang dimaksudkan bersayap
yakni meminimalisir perbedaan yang jelas-2 beda dan
meredam ‘perlawanan’ terhadap kebobrokan perilaku
negara dan berujung pada terciptanya robot-2 yang
patuh terhadap negara.
Akibatnya,
Saat tumbangnya Orde Baru, kita-pun mulai belajar
bahwa toleransi baru bisa dipahami dan dilaksanakan
setelah berproses (pada masa ini, konflik sektarian
menjadi hal biasa) dan tidak bisa dipaksakan. Konsep
multikultur yang ditelorkan founding fathers negara
kita pada Pancasila juga dimaksudkan seperti itu dan
tidak fasis.
Mengenai kematian,
Mungkin bagi orang yang kaya,
yang sudah puas mendapatkan yang diimpikan dan dicita-2kannya,
perihal kematian dengan meninggalkan segala yang dimilikinya
tentu perkara yang mudah saja.
Namun,
bagi yang miskin,
HIDUP adalah sebuah perjuangan yang sangat berat,
apalagi mikirin mati.
Bagi orang lain masuk
surga karena rajin beribadat,
harta-uang-kekayaan,
kekuasaan dan dominasi adalah segalanya
Sementara yang
lain solidaritas-toleran,
kebersamaan,
persaudaraan,
keadilan dan kesetaraan
juga sebuah pilihan.
Bagi saya,
selama masih diberi kesempatan hidup,
pilihan untuk berusaha tidak menindas,
tidak mengeksploitasi,
tidak merampas hak-2 dan
menghargai orang lain,
adalah sangat rasional.
Lagi pula,
mati juga setiap saat bisa terjadi,
polos tanpa embel-embel,
hanya misterinya
kapan dan dimana,
tidak lebih.
Gitu aja, semoga masih ada manisnya.
Biar kami cari sendiri
Urus saja moralmu, urus saja akhlakmu
Peradilan yang sehat itu yang kami mau
Turunkan harga secepatnya
Berikan kami pekerjaan
Pasti kuangkat engkau
Menjadi manusia setengah dewa…”
(Manusia setengah dewa, Iwan Fals)
Moorrraaalllll,…
Orang yang ngaku sebagai kepanjangan-tanganan Tuhan
saja bisa membunuh, memfitnah, memperkosa…..
Apalagi seperti saya,
yang tercantum dipikiran
dengan tindakan bertolak belakang.
Seperti nonton film di TV yang channel satunya
menyebarkan nilai-2 Islam dan channel yang lainnya
menyebarkan nilai-2 Kristen……….
Emangnye,
ni dunie bebas nilai ape???…!
Masalah Toleransi
Saya sih ingetnya waktu SMA dulu, P4 ngajarinnya
“…Jika Budi beribadah di Gereja di hari minggu,
temannya Anto menunggu dengan setia di luar (jaga
parkiran maksudnya?)” atau “Jika di Vihara sedang
dilaksanakan peribadatan, kita harus mengecilkan
volume TV dan Radio yang sedang kita dengarkan”. Bagus
sih…
Masalahnya,
Kebijakan negara memaksakan rakyatnya menelan mentah-2
tanpa proses sebuah ideologi Pancasilaistis dalam
mencuci otak rakyatnya memang dimaksudkan bersayap
yakni meminimalisir perbedaan yang jelas-2 beda dan
meredam ‘perlawanan’ terhadap kebobrokan perilaku
negara dan berujung pada terciptanya robot-2 yang
patuh terhadap negara.
Akibatnya,
Saat tumbangnya Orde Baru, kita-pun mulai belajar
bahwa toleransi baru bisa dipahami dan dilaksanakan
setelah berproses (pada masa ini, konflik sektarian
menjadi hal biasa) dan tidak bisa dipaksakan. Konsep
multikultur yang ditelorkan founding fathers negara
kita pada Pancasila juga dimaksudkan seperti itu dan
tidak fasis.
Mengenai kematian,
Mungkin bagi orang yang kaya,
yang sudah puas mendapatkan yang diimpikan dan dicita-2kannya,
perihal kematian dengan meninggalkan segala yang dimilikinya
tentu perkara yang mudah saja.
Namun,
bagi yang miskin,
HIDUP adalah sebuah perjuangan yang sangat berat,
apalagi mikirin mati.
Bagi orang lain masuk
surga karena rajin beribadat,
harta-uang-kekayaan,
kekuasaan dan dominasi adalah segalanya
Sementara yang
lain solidaritas-toleran,
kebersamaan,
persaudaraan,
keadilan dan kesetaraan
juga sebuah pilihan.
Bagi saya,
selama masih diberi kesempatan hidup,
pilihan untuk berusaha tidak menindas,
tidak mengeksploitasi,
tidak merampas hak-2 dan
menghargai orang lain,
adalah sangat rasional.
Lagi pula,
mati juga setiap saat bisa terjadi,
polos tanpa embel-embel,
hanya misterinya
kapan dan dimana,
tidak lebih.
Gitu aja, semoga masih ada manisnya.
Kacau Dikau
Hari ini
Diriku membuka e-mail,
Keterkagetan-ku mencuat, apa boleh buat
Tatkala membaca surat sahabat, keluarga bagiku
Hari kemaren mengenai tulisan-ku,
Ternyata,
Setelah beberapa minggu,
Belajar berbicara hanya dimilis ini
Akhirnya, apa yang daku tanam
Berbuah hasil, apapun.
Sebenarnya,
Ingin sekali diriku berkata,
Darah Minahasa-ku, mengalir mengisi seluruh ragaku
Hati dan pikiran-ku, murni tak terpisahkan
Hanya untuk Sulawesi Utara, dimanapun.
Begini,
Dari 8 tahun sudah berlalu, dunia maya kumengerti
Baru tahun lalu, bertemu millis ini
Sekarang, setelah kuselami dan menjadi tambatan hati
Semua orang, sudah mulai membenci, siapapun?
Namun,
Niat dan hasrat kepalang tanggung
Walau e-mail ditendang
Seribu cara, daya dan upaya kucari
Meskipun kembali untuk dicaci, kapanpun?
Diriku,
Hanya manusia tak sempurna
Biar dianggap murah,
Harta, tahta dan wanita ku tak rela
Bertahan bersikukuh, ampun?
Akhirnya,
Jika keinginan dan tindakan berbuah kesalahan
Jika tak berkenan silahkan dibuang
Vulgar juga hanya kekhilafan semata
Secuil pasir dan sebatang lidi tak berbahaya
Maaf, sampun!
Diriku membuka e-mail,
Keterkagetan-ku mencuat, apa boleh buat
Tatkala membaca surat sahabat, keluarga bagiku
Hari kemaren mengenai tulisan-ku,
Ternyata,
Setelah beberapa minggu,
Belajar berbicara hanya dimilis ini
Akhirnya, apa yang daku tanam
Berbuah hasil, apapun.
Sebenarnya,
Ingin sekali diriku berkata,
Darah Minahasa-ku, mengalir mengisi seluruh ragaku
Hati dan pikiran-ku, murni tak terpisahkan
Hanya untuk Sulawesi Utara, dimanapun.
Begini,
Dari 8 tahun sudah berlalu, dunia maya kumengerti
Baru tahun lalu, bertemu millis ini
Sekarang, setelah kuselami dan menjadi tambatan hati
Semua orang, sudah mulai membenci, siapapun?
Namun,
Niat dan hasrat kepalang tanggung
Walau e-mail ditendang
Seribu cara, daya dan upaya kucari
Meskipun kembali untuk dicaci, kapanpun?
Diriku,
Hanya manusia tak sempurna
Biar dianggap murah,
Harta, tahta dan wanita ku tak rela
Bertahan bersikukuh, ampun?
Akhirnya,
Jika keinginan dan tindakan berbuah kesalahan
Jika tak berkenan silahkan dibuang
Vulgar juga hanya kekhilafan semata
Secuil pasir dan sebatang lidi tak berbahaya
Maaf, sampun!
Gundah dan sedih
Kawan,
Hari ini ku berjanji
Takkan mengulangi lagi
Kesalahanku dimasa lalu
Tuk memulai hidup baru
Kawan,
Sedih hatiku
Diriku terpaku
Perasaanku terbang
Hilang melayang
Kawan,
Hari ini akhirnya pun terjadi
Ketakutanku t’lah menghampiri
Masa depan mulai menganggu
Batinku beku jadi pilu
Kawan,
Jiwaku berderu
Semangatku menggebu
Saat esok menjelang
Diriku tetap berjuang
Diriku sendiri,
Saat gundah dan kemelut batin meracuni
Sementara hari berganti
Dinikmati yang bermateri tanpa henti
Hari ini ku berjanji
Takkan mengulangi lagi
Kesalahanku dimasa lalu
Tuk memulai hidup baru
Kawan,
Sedih hatiku
Diriku terpaku
Perasaanku terbang
Hilang melayang
Kawan,
Hari ini akhirnya pun terjadi
Ketakutanku t’lah menghampiri
Masa depan mulai menganggu
Batinku beku jadi pilu
Kawan,
Jiwaku berderu
Semangatku menggebu
Saat esok menjelang
Diriku tetap berjuang
Diriku sendiri,
Saat gundah dan kemelut batin meracuni
Sementara hari berganti
Dinikmati yang bermateri tanpa henti
Patah Tumbuh, Hilang Berganti
Sesak dadaku saat mengetahui bahwa Kekuasaan
Dibangun diatas penderitaan berjuta-juta ummat manusia
Mengetahui bahwa Keadilan
Berdiri atas jilatan nafsu serakah
Kemakmuran dalih keinginan yang terlihat didepan mata
Martabat didirikan atas penyembahan dan eksploitasi terhadap sesama manusia
Keteraturan adalah bagian dari pembungkaman terhadap kebebasan yang dilanggengkan
Bahkan imajinasipun sudah diatur kehadirannya
Maka, masihkah ada ruang pembeda antara yang nyata dan khayal
Yang salah dalam kebenaran dan yang benar dalam sebuah kesalahan
Masihkah ada jalan keluar untuk berkata tidak
Apakah perjuangan sebuah kekuatan hampa
Perut penuh kekosongan
Hati terbalut kafan
Perasaan telah diatur oleh pikiran
Nyali hanya sebatas panjang lidah
Berpikir lalu bertindak adalah jalan keluar yang realis
Berdua lebih baik dari sendiri dengan kesadaran
Sekumpulan lebih kuat dari sebagian demi solidaritas
Berpikir, Bertindak,
Mengorganisir untuk Bergerak,
Melawan untuk kebebasan memperjuangkan cita mulia bebas dari penindasan
Le Roi Est Mort, Vive Le Loi
Dibangun diatas penderitaan berjuta-juta ummat manusia
Mengetahui bahwa Keadilan
Berdiri atas jilatan nafsu serakah
Kemakmuran dalih keinginan yang terlihat didepan mata
Martabat didirikan atas penyembahan dan eksploitasi terhadap sesama manusia
Keteraturan adalah bagian dari pembungkaman terhadap kebebasan yang dilanggengkan
Bahkan imajinasipun sudah diatur kehadirannya
Maka, masihkah ada ruang pembeda antara yang nyata dan khayal
Yang salah dalam kebenaran dan yang benar dalam sebuah kesalahan
Masihkah ada jalan keluar untuk berkata tidak
Apakah perjuangan sebuah kekuatan hampa
Perut penuh kekosongan
Hati terbalut kafan
Perasaan telah diatur oleh pikiran
Nyali hanya sebatas panjang lidah
Berpikir lalu bertindak adalah jalan keluar yang realis
Berdua lebih baik dari sendiri dengan kesadaran
Sekumpulan lebih kuat dari sebagian demi solidaritas
Berpikir, Bertindak,
Mengorganisir untuk Bergerak,
Melawan untuk kebebasan memperjuangkan cita mulia bebas dari penindasan
Le Roi Est Mort, Vive Le Loi
Ditulis oleh dhant di/pada Mei 21, 2006
Kawan,
Sesungguhnya permainan peran ini penuh perangkap
Banyak membuat manusia saling terjebak
Walau hidup ini kemudian menjadi pengap
Bukan berarti tidak ada lagi dunia yang lebih baik
Teman,
Kata mereka semasih kuliah kita menjadi sosialis
Tatkala bekerja sudah berubah kapitalis
Ketika berkeluarga ingin hidup makmur maka harus korupsi
Tetapi dosa diampuni saat naik haji dan sumbang sapi
Pren,
Apakah manusia itu memang kejam, tak berperasaan tapi berbuat dengan sadar?
Saat mengendarai mobil ingin semuanya minggir menyingkir
Dikala merasakan kecepatan motor ingin rasanya seperti Rossi
Manakala menaiki sepeda terasa adanya diskriminasi dan bisa saja mati
Ah…
Apalagi jalan kaki
Memang dunia bukan lagi milik kami
Sesungguhnya permainan peran ini penuh perangkap
Banyak membuat manusia saling terjebak
Walau hidup ini kemudian menjadi pengap
Bukan berarti tidak ada lagi dunia yang lebih baik
Teman,
Kata mereka semasih kuliah kita menjadi sosialis
Tatkala bekerja sudah berubah kapitalis
Ketika berkeluarga ingin hidup makmur maka harus korupsi
Tetapi dosa diampuni saat naik haji dan sumbang sapi
Pren,
Apakah manusia itu memang kejam, tak berperasaan tapi berbuat dengan sadar?
Saat mengendarai mobil ingin semuanya minggir menyingkir
Dikala merasakan kecepatan motor ingin rasanya seperti Rossi
Manakala menaiki sepeda terasa adanya diskriminasi dan bisa saja mati
Ah…
Apalagi jalan kaki
Memang dunia bukan lagi milik kami
bencana peradaban 2
Sekali lagi bencana merenggut korban
Setelah Tsunami, Banjir, Longsor serta semua letusan
Perih hati melihat manusia bergelimpangan
Peristiwa memilukan, derita yang tak kunjung terbalaskan
Tuhan,
Apakah benar bencana adalah azab dari kenistaan kami serta cobaan tanpa henti
Apakah benar bangsa ini memang sudah lama berpaling darimu dan penuh dengki
Mengapa selalu korban terbanyak adalah kami yang tak berpunya dan merana
Mengapa selalu saja pihak yang disalahkan rakyat yang tak bertahta dan tak berdosa
Pemimpin,
Setelah kau ku pilih tak pernah lagi merealisasikan janji
Saat ku membutuhkanmu kau tak pernah mau peduli
Ketika kami hanya berharap padamu, dirimu laksana besi jeruji
Kesangsian salah memilihmu hilang saat 5 tahun lagi kembali kau berlagak suci
Dewan,
Kalian berlagak sebagai penyelamat namun ternyata hewan
Kami kau wakili berlagak teman ternyata untuk kolusi menikmati korupsi
Meski kami selalu kau selingkuhi dan sakiti tak pernah sedikit berani kami melawan
Memaafkan diri kami sendiri salah mempercayai dianggap sebagai langkah terpuji
Peradilan,
Rasa cemas melihat berbagai kasus kau masukkan di peti kemas
Tanpa sekalipun daku melihat keadilan telah ditegakkan
Ragam kepalsuan kau tampilkan agar tampak beres
Tapi kebusukan tubuh dan hatimu telah kau kembangbiakkan
Preman,
Sudah kau tunjukkan bahwa kau memang berani dan memiliki nyali
Mewakili ikatan primordialis, agamis, seksis, rasis, dan memang fasis
Siapa saja yang memiliki nurani kau habisi dengan dalil illahi
Melindungi yang membeli, menjadi milisi dan antek militerisi berlagak polisi
Pengamanan,
Diriku selalu ingin bertanya pada dirimu yang tegap dan bersenjata lengkap
Kegiatan bisnis, berpolitik, membuat konflik dan melanggar HAM dianggap sebagai peran
Darimu aku menduga banyak darah tumpah dalam sejarah yang tak terungkap
Kendati kerap saja kalian selalu merasa berasal dari rakyat dan mengaku para pahlawan, akhirnya jadi nama jalan
Agamawan,
Kalian hamba Tuhan yang kami segani
Kumpulan merpati yang suka peduli pada kami
Tetapi merasa ikut memecahkan masalah dengan tampil di tivi
Tentu juga suka mendekatkan diri dengan penguasa dan jadi alat pelegitimasi
Pemodal Global tanpa akhiran -an,
Tak pernah ku duga badanmu begitu menggurita
Tak juga ku sangka tentakelmu mampu menghisap jiwa manusia
Seluruh budaya dan nafas alam ini telah kau rasuki gayamu melalui nilai-nilai
Semua kehidupan sudah kau kuasai dan kami pun mempercayai
Teman,
Apakah memang hidup ini tidak adil sekali dan penuh kreasi basi
Apakah keserakahan dan nafsu amarah menjadi prioritas tertinggi
Mengapa penghisapan, penindasan dan eksploitasi dianggap ekspresi manusiawi
Mengapa akhirnya kami hanya menjadi kuli di negeri sendiri
Kawan,
Bangsa ini katanya sabar walau menderita penyakit sektarian yang parah dan kronis
Nusantara ini sumber dayanya kau biarkan dirampas tanpa kompensasi dan sudah mulai habis
Keberagaman kami ditelan sadis budaya kapitalis dan sudah terkikis
Kebersamaan dan toleransi tak lagi digubris oleh ciri individualistis, kami pun akhirnya jadi pengemis
Dari:
Hewan seperti setan yang tak berperasaan
Tak mampu berdamai dengan sejarah
Hanya memperkaya perspektif bagi anak cucu serta masa depan
Saat negara menghindari tanggung jawab
Setelah Tsunami, Banjir, Longsor serta semua letusan
Perih hati melihat manusia bergelimpangan
Peristiwa memilukan, derita yang tak kunjung terbalaskan
Tuhan,
Apakah benar bencana adalah azab dari kenistaan kami serta cobaan tanpa henti
Apakah benar bangsa ini memang sudah lama berpaling darimu dan penuh dengki
Mengapa selalu korban terbanyak adalah kami yang tak berpunya dan merana
Mengapa selalu saja pihak yang disalahkan rakyat yang tak bertahta dan tak berdosa
Pemimpin,
Setelah kau ku pilih tak pernah lagi merealisasikan janji
Saat ku membutuhkanmu kau tak pernah mau peduli
Ketika kami hanya berharap padamu, dirimu laksana besi jeruji
Kesangsian salah memilihmu hilang saat 5 tahun lagi kembali kau berlagak suci
Dewan,
Kalian berlagak sebagai penyelamat namun ternyata hewan
Kami kau wakili berlagak teman ternyata untuk kolusi menikmati korupsi
Meski kami selalu kau selingkuhi dan sakiti tak pernah sedikit berani kami melawan
Memaafkan diri kami sendiri salah mempercayai dianggap sebagai langkah terpuji
Peradilan,
Rasa cemas melihat berbagai kasus kau masukkan di peti kemas
Tanpa sekalipun daku melihat keadilan telah ditegakkan
Ragam kepalsuan kau tampilkan agar tampak beres
Tapi kebusukan tubuh dan hatimu telah kau kembangbiakkan
Preman,
Sudah kau tunjukkan bahwa kau memang berani dan memiliki nyali
Mewakili ikatan primordialis, agamis, seksis, rasis, dan memang fasis
Siapa saja yang memiliki nurani kau habisi dengan dalil illahi
Melindungi yang membeli, menjadi milisi dan antek militerisi berlagak polisi
Pengamanan,
Diriku selalu ingin bertanya pada dirimu yang tegap dan bersenjata lengkap
Kegiatan bisnis, berpolitik, membuat konflik dan melanggar HAM dianggap sebagai peran
Darimu aku menduga banyak darah tumpah dalam sejarah yang tak terungkap
Kendati kerap saja kalian selalu merasa berasal dari rakyat dan mengaku para pahlawan, akhirnya jadi nama jalan
Agamawan,
Kalian hamba Tuhan yang kami segani
Kumpulan merpati yang suka peduli pada kami
Tetapi merasa ikut memecahkan masalah dengan tampil di tivi
Tentu juga suka mendekatkan diri dengan penguasa dan jadi alat pelegitimasi
Pemodal Global tanpa akhiran -an,
Tak pernah ku duga badanmu begitu menggurita
Tak juga ku sangka tentakelmu mampu menghisap jiwa manusia
Seluruh budaya dan nafas alam ini telah kau rasuki gayamu melalui nilai-nilai
Semua kehidupan sudah kau kuasai dan kami pun mempercayai
Teman,
Apakah memang hidup ini tidak adil sekali dan penuh kreasi basi
Apakah keserakahan dan nafsu amarah menjadi prioritas tertinggi
Mengapa penghisapan, penindasan dan eksploitasi dianggap ekspresi manusiawi
Mengapa akhirnya kami hanya menjadi kuli di negeri sendiri
Kawan,
Bangsa ini katanya sabar walau menderita penyakit sektarian yang parah dan kronis
Nusantara ini sumber dayanya kau biarkan dirampas tanpa kompensasi dan sudah mulai habis
Keberagaman kami ditelan sadis budaya kapitalis dan sudah terkikis
Kebersamaan dan toleransi tak lagi digubris oleh ciri individualistis, kami pun akhirnya jadi pengemis
Dari:
Hewan seperti setan yang tak berperasaan
Tak mampu berdamai dengan sejarah
Hanya memperkaya perspektif bagi anak cucu serta masa depan
Saat negara menghindari tanggung jawab
Bencana Peradaban 1
Sekali lagi bencana merenggut korban
Setelah Tsunami, Banjir, Longsor serta semua letusan
Perih hati melihat manusia bergelimpangan
Peristiwa memilukan, derita yang tak kunjung terbalaskan
Tuhan,
Apakah benar bencana adalah azab dari kenistaan kami serta cobaan tanpa henti
Apakah benar bangsa ini memang sudah lama berpaling darimu dan penuh dengki
Mengapa selalu korban terbanyak adalah kami yang tak berpunya dan merana
Mengapa selalu saja pihak yang disalahkan rakyat yang tak bertahta dan tak berdosa
Pemimpin,
Setelah kau ku pilih tak pernah lagi merealisasikan janji
Saat ku membutuhkanmu kau tak pernah mau peduli
Ketika kami hanya berharap padamu, dirimu laksana besi jeruji
Kesangsian salah memilihmu hilang saat 5 tahun lagi kembali kau berlagak suci
Dewan,
Kalian berlagak sebagai penyelamat namun ternyata hewan
Kami kau wakili berlagak teman ternyata untuk kolusi menikmati korupsi
Meski kami selalu kau selingkuhi dan sakiti tak pernah sedikit berani kami melawan
Memaafkan diri kami sendiri salah mempercayai dianggap sebagai langkah terpuji
Peradilan,
Rasa cemas melihat berbagai kasus kau masukkan di peti kemas
Tanpa sekalipun daku melihat keadilan telah ditegakkan
Ragam kepalsuan kau tampilkan agar tampak beres
Tapi kebusukan tubuh dan hatimu telah kau kembangbiakkan
Preman,
Sudah kau tunjukkan bahwa kau memang berani dan memiliki nyali
Mewakili ikatan primordialis, agamis, seksis, rasis, dan memang fasis
Siapa saja yang memiliki nurani kau habisi dengan dalil illahi
Melindungi yang membeli, menjadi milisi dan antek militerisi berlagak polisi
Pengamanan,
Diriku selalu ingin bertanya pada dirimu yang tegap dan bersenjata lengkap
Kegiatan bisnis, berpolitik, membuat konflik dan melanggar HAM dianggap sebagai peran
Darimu aku menduga banyak darah tumpah dalam sejarah yang tak terungkap
Kendati kerap saja kalian selalu merasa berasal dari rakyat dan mengaku para pahlawan, akhirnya jadi nama jalan
Agamawan,
Kalian hamba Tuhan yang kami segani
Kumpulan merpati yang suka peduli pada kami
Tetapi merasa ikut memecahkan masalah dengan tampil di tivi
Tentu juga suka mendekatkan diri dengan penguasa dan jadi alat pelegitimasi
Pemodal Global tanpa akhiran -an,
Tak pernah ku duga badanmu begitu menggurita
Tak juga ku sangka tentakelmu mampu menghisap jiwa manusia
Seluruh budaya dan nafas alam ini telah kau rasuki gayamu melalui nilai-nilai
Semua kehidupan sudah kau kuasai dan kami pun mempercayai
Teman,
Apakah memang hidup ini tidak adil sekali dan penuh kreasi basi
Apakah keserakahan dan nafsu amarah menjadi prioritas tertinggi
Mengapa penghisapan, penindasan dan eksploitasi dianggap ekspresi manusiawi
Mengapa akhirnya kami hanya menjadi kuli di negeri sendiri
Kawan,
Bangsa ini katanya sabar walau menderita penyakit sektarian yang parah dan kronis
Nusantara ini sumber dayanya kau biarkan dirampas tanpa kompensasi dan sudah mulai habis
Keberagaman kami ditelan sadis budaya kapitalis dan sudah terkikis
Kebersamaan dan toleransi tak lagi digubris oleh ciri individualistis, kami pun akhirnya jadi pengemis
Dari:
Hewan seperti setan yang tak berperasaan
Tak mampu berdamai dengan sejarah
Hanya memperkaya perspektif bagi anak cucu serta masa depan
Saat negara menghindari tanggung jawab
Saya mau menyampaikan salam, semoga kegiatan berupa Pentas Puisi pada acara penggalangan dana untuk gempa bumi di Yogya, tanggal 10 Juni 2006 di Amsterdam dapat berjalan dengan sukses. Kepada Ibu Ratih Miryanti saya juga berterima kasih karena puisi saya termasuk salah satu yang akan dibacakan dihadapan publik. Walaupun puisi saya tidak hanya mengenai bencana di Jogja saja namun secara umum akan tetapi semoga bisa menjadi penutup acara yang baik. Acara ini sangat istimewa sekaligus mulia terutama bagi opa-opa dan oma-oma yang selama ini sudah disingkirkan negara namun tetap peduli dan giat memperkenalkan serta membanggakan bangsa.
Ini pembuktian bahwa sisi kemanusiaan orang-2 yang tersingkirkan dan disingkirkan tetap hidup walau negara secara tidak berprikemanusiaan pernah dan masih menindas serta tidak mengakui kesalahan yang pernah diperbuat negara dan alat-alatnya. Salam saya teruntuk semua kawan-kawan Sastra Pembebasan dan kepada Heri Latief, Asahan dan Sabron Aidit, Mawie Ananta Jonie, Fadjar Sitepu, Ikranagara, Rio Wardhanu, Bayu Abdi Negoro dan Elisa Koraag yang puisi-puisinya juga dibawakan. Bencana bukanlah akhir sebuah rencana tapi awal untuk menjadi lebih memanusiakan manusia, tetap berjuang dan selalu peduli sesama…
Informasi terakhir yang saya terima, kegiatan berupa Pentas Puisi pada acara penggalangan dana untuk gempa bumi di Yogya, tanggal 10 Juni 2006 di Amsterdam dimana puisi-puisi yang dibacakan telah masuk dalam brosur dan telah dibagikan pada para pengunjung acara pentas puisi. Dengan cetakan sebanyak 120 eksemplar dan hanya menyisakan 24 eksemplar saja serta berjalan dengan sukses. Sekian.
Setelah Tsunami, Banjir, Longsor serta semua letusan
Perih hati melihat manusia bergelimpangan
Peristiwa memilukan, derita yang tak kunjung terbalaskan
Tuhan,
Apakah benar bencana adalah azab dari kenistaan kami serta cobaan tanpa henti
Apakah benar bangsa ini memang sudah lama berpaling darimu dan penuh dengki
Mengapa selalu korban terbanyak adalah kami yang tak berpunya dan merana
Mengapa selalu saja pihak yang disalahkan rakyat yang tak bertahta dan tak berdosa
Pemimpin,
Setelah kau ku pilih tak pernah lagi merealisasikan janji
Saat ku membutuhkanmu kau tak pernah mau peduli
Ketika kami hanya berharap padamu, dirimu laksana besi jeruji
Kesangsian salah memilihmu hilang saat 5 tahun lagi kembali kau berlagak suci
Dewan,
Kalian berlagak sebagai penyelamat namun ternyata hewan
Kami kau wakili berlagak teman ternyata untuk kolusi menikmati korupsi
Meski kami selalu kau selingkuhi dan sakiti tak pernah sedikit berani kami melawan
Memaafkan diri kami sendiri salah mempercayai dianggap sebagai langkah terpuji
Peradilan,
Rasa cemas melihat berbagai kasus kau masukkan di peti kemas
Tanpa sekalipun daku melihat keadilan telah ditegakkan
Ragam kepalsuan kau tampilkan agar tampak beres
Tapi kebusukan tubuh dan hatimu telah kau kembangbiakkan
Preman,
Sudah kau tunjukkan bahwa kau memang berani dan memiliki nyali
Mewakili ikatan primordialis, agamis, seksis, rasis, dan memang fasis
Siapa saja yang memiliki nurani kau habisi dengan dalil illahi
Melindungi yang membeli, menjadi milisi dan antek militerisi berlagak polisi
Pengamanan,
Diriku selalu ingin bertanya pada dirimu yang tegap dan bersenjata lengkap
Kegiatan bisnis, berpolitik, membuat konflik dan melanggar HAM dianggap sebagai peran
Darimu aku menduga banyak darah tumpah dalam sejarah yang tak terungkap
Kendati kerap saja kalian selalu merasa berasal dari rakyat dan mengaku para pahlawan, akhirnya jadi nama jalan
Agamawan,
Kalian hamba Tuhan yang kami segani
Kumpulan merpati yang suka peduli pada kami
Tetapi merasa ikut memecahkan masalah dengan tampil di tivi
Tentu juga suka mendekatkan diri dengan penguasa dan jadi alat pelegitimasi
Pemodal Global tanpa akhiran -an,
Tak pernah ku duga badanmu begitu menggurita
Tak juga ku sangka tentakelmu mampu menghisap jiwa manusia
Seluruh budaya dan nafas alam ini telah kau rasuki gayamu melalui nilai-nilai
Semua kehidupan sudah kau kuasai dan kami pun mempercayai
Teman,
Apakah memang hidup ini tidak adil sekali dan penuh kreasi basi
Apakah keserakahan dan nafsu amarah menjadi prioritas tertinggi
Mengapa penghisapan, penindasan dan eksploitasi dianggap ekspresi manusiawi
Mengapa akhirnya kami hanya menjadi kuli di negeri sendiri
Kawan,
Bangsa ini katanya sabar walau menderita penyakit sektarian yang parah dan kronis
Nusantara ini sumber dayanya kau biarkan dirampas tanpa kompensasi dan sudah mulai habis
Keberagaman kami ditelan sadis budaya kapitalis dan sudah terkikis
Kebersamaan dan toleransi tak lagi digubris oleh ciri individualistis, kami pun akhirnya jadi pengemis
Dari:
Hewan seperti setan yang tak berperasaan
Tak mampu berdamai dengan sejarah
Hanya memperkaya perspektif bagi anak cucu serta masa depan
Saat negara menghindari tanggung jawab
Saya mau menyampaikan salam, semoga kegiatan berupa Pentas Puisi pada acara penggalangan dana untuk gempa bumi di Yogya, tanggal 10 Juni 2006 di Amsterdam dapat berjalan dengan sukses. Kepada Ibu Ratih Miryanti saya juga berterima kasih karena puisi saya termasuk salah satu yang akan dibacakan dihadapan publik. Walaupun puisi saya tidak hanya mengenai bencana di Jogja saja namun secara umum akan tetapi semoga bisa menjadi penutup acara yang baik. Acara ini sangat istimewa sekaligus mulia terutama bagi opa-opa dan oma-oma yang selama ini sudah disingkirkan negara namun tetap peduli dan giat memperkenalkan serta membanggakan bangsa.
Ini pembuktian bahwa sisi kemanusiaan orang-2 yang tersingkirkan dan disingkirkan tetap hidup walau negara secara tidak berprikemanusiaan pernah dan masih menindas serta tidak mengakui kesalahan yang pernah diperbuat negara dan alat-alatnya. Salam saya teruntuk semua kawan-kawan Sastra Pembebasan dan kepada Heri Latief, Asahan dan Sabron Aidit, Mawie Ananta Jonie, Fadjar Sitepu, Ikranagara, Rio Wardhanu, Bayu Abdi Negoro dan Elisa Koraag yang puisi-puisinya juga dibawakan. Bencana bukanlah akhir sebuah rencana tapi awal untuk menjadi lebih memanusiakan manusia, tetap berjuang dan selalu peduli sesama…
Informasi terakhir yang saya terima, kegiatan berupa Pentas Puisi pada acara penggalangan dana untuk gempa bumi di Yogya, tanggal 10 Juni 2006 di Amsterdam dimana puisi-puisi yang dibacakan telah masuk dalam brosur dan telah dibagikan pada para pengunjung acara pentas puisi. Dengan cetakan sebanyak 120 eksemplar dan hanya menyisakan 24 eksemplar saja serta berjalan dengan sukses. Sekian.
Pendidikan di mata sang mahasiswa
PENDAHULUAN
Pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan setiap individu, baik sebagai makhluk individual, etis maupun makhluk sosial. Tiap individu akan tumbuh dan berkembang cepat atau lambat dalam lingkungan yang terus berubah ditentukan antara lain oleh kemampuan pendidik dalam memahami tujuan yang akan dicapai. Keadaan peserta didik yang dihadapi dengan segala latar belakangnya, sarana pendidikan, ketepatan memilih bentuk komunikasi pendidikan dan keadaan lingkungan sehingga memungkinkan terjadinya interaksi edukatif atau tindakan yang bersifat mendidik dalam pergaulan pendidikan. Hal ini terjadi jika para orang tua, guru, pemuka masyarakat, pemimpin organisasi atau kelompok lain yang berfungsi sebagai pendidik memahami wawasan pendidikan sepert konsep dasar tentang pendidikan dan memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sehubungan dengan itu kita sebagai pendidik perlulah mengetahui apa itu pandangan tentang pendidikan, pandangan tentang manusia, faktor-faktor pendidikan, pendidikan sepanjang hayat, hunbungan kebudayaan dengan pendidikan, bakat dan kreatifitas dalam pendidikan, ciri-ciri manusia modern, reformasi pendidikan, system pendidikan nasional, pendidikan menurut UNESCO, kurikulum berbasis kompetensi, manajemen berbasis sekolah.
Semoga bahan bacaan ini akan dapat membantu kita semua sebagai pendidik dan anggota masyarakat lainnya yang tertarik pada bidang pendidikan sehingga dapat membantu perkembangan anak sebagai peserta didik secara optimal.
1. Pengertian Pendidikan
Pada hakikatnya yang disebut pendidkan adalah pengaruh, bimbingan, arahan yang dilakukan secara sadar dari orang dewasa kepadaanak yang belum dewasa agar menjadi dewasa, mandiri dan memiliki kepribadian yang utuh dan matang. Kepribadian yang utuh dan matang tersebut dimaksudkan mencakup aspek cipta, rasa dan karsanya.
Pengaruh yang diberikan oleh pendidik itu selalu ditujukan untuk membentuk pribadi, jadi selalu menanamkan nilai-nilai, termasuk nilai moral, budi pekerti, etika, estetika, karakter. Diharapkan setelah mereka dewasa menjadi insan yang berguna bagi dirinya sendiri dan bagi nusa, bangsa, negara, dan agama.
Peserta didik mula-mula tidak mengerti bahwa mereka dididik atau dipengaruhi agar menjadi manusia yang baik, tetapi setelah matang akhirnya tahu juga. Kemtangan anak penting sekali untuk diketahui oleh pendidik supaya pengaruh yang diberikan tepat memenuhi sasarannya. Oleh karena itu pendidik sebaiknya mengetahui perkembangan-perkembangan anak, jiwa anak dan masa peka anak.
Dalam pelaksaannya pendidik harus mempunyai kepercayaan bahwa ia mampu mendidik anak, begitu juga sebaliknya anak lama-lama setelah matang, juga mempunyai kepercayaan bahwa pendidik yang mendidiknya mampu membuat dirinya menjadi manusia dewasa yang berkepribadian.
Secara teoritis pendidikan itu akan berakhir jika anak telah dewasa atau telah berkeluarga. Dewasa dalam pengertian secara integral dan menyeluruh yaitu usianya, pikirannya, perasaannya, kemauannya, sehingga bertingkah laku dewasa, tidak kekanak-kanakn. Sebelum bertindak harus dipikirkan masak-masak, jangan sampai menyinggung orang lain. Segala tingkah lakunya harus dapat dipertanggung jawabkan oleh orang tersebut (diri sendiri yang berbuat)
Pada saat ini ada istilah pendidikan berlangsung sepanjang hayat, seumur hidup maksudnya setelah dewasa (tujuan pendidikan secara teoritis), lalu orang tersebut belajar terus untuk meningkatkan kemampuannya, namun kegiatan ini atas tanggung jawab sendiri, bukan tanggung jawab orang tuanya. Jadi kegiatan ini lebih bersifat belajar seumur hidup atau mengeyam pendidikan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan teknologi sebanyak-banyaknya. Dengan uraian ini kedua pengrtian itu semuanya betul, istilahnya sama (yaitu pendidikan), namun konteksnya berbeda.
2. Terjadinya Proses Pendidikan
Proses pendidikan akan terjadi jika ada pergaulan antara anak didik dengan orang dewasa. Dalam pergaulan ini terjadi tatap muka antara anak didik dan pendidik, sehingga pendidik mengetahui gejala yang nampak pada raut muka (perubahan mmik). Bagaimana tanda-tanda anak yang senang, kecewa, acuh, terperanjat, tercengang, tergopoh-gopoh dan lain-lain dapat dilihat jika ada pergaulan. Suasana pergaulan ini pada suatu saat akan berubah menjadi proses pendidikan.
3. Kewajiban Seorang Pendidik
Kewibawaan seorang pendidik terjadi bila, ditandai dengan adanya pengertian atau pengakuan terhadap perbuatan dalam pergaulan yang dilakukan pendidik. Pengertian terhadap makna kewibawaan ini adalah ketaatan dan kepatuhan anak didik jika mendapat perintah dari pendidik. Misalnya anak disuruh orang tuanya untuk mengambil koran, dan anak dapat melakukan perintah itu dengan baik dan benar. Dapat tidaknya melaksanakan perintah itu trgantung dari kematangan jiwa anak. Kewibawaan dapat dimiliki seseorang karena keturunan atau kharisma, tetapi dapat pula karena diusahakan. Diusahakan maksudnya ialah kegiatan atau perbuatan yang diupayakan oleh orang dewasa yang bersangkutan, namun demikian tidak boleh dibuat-buat.
Bagaimana caranya supaya pendidik itu berwibawa perlu dicari, antara lain penampilannya, pengusaan ilmu pengetahuan dan teknologi, cara pendekatan, cara berbicara, kejujurannya. Pealihan situasi pergaulan menjadi proses pendidikan yang mengetahui adalah pendidiknya. Anak didik tidak tahu sama sekali, anak didik tahunya bergaul biasa, pendidik tetap memberi pengaruh atau bimbingan. Saat dimulainya pendidikan disebut btas bawah atau batas awal pendidikan. Setelah dewasa disebut batas atas atau batas akhir pendidikan. Kewibawaan pendidik sangat mempengaruhi keberhasilan proses pendidikan.
Orang tua, guru dan pimpinan masyarakat wajib memiliki kewibawaan; atau untuk melaksanakan kewajibannya guru perlu memiliki kewibawaan. Kewibawaan guru ditandai dengan penertian pengakuan terhadap perbuatan dalam pergaulan pendidik. Makna kewibawaan adalah ketaatan dan kepatuhan peserta didik pada pendidik. Cara guru agar berwibawa adalah dengan berpenampilan baik dan prpakaian rapi; pengusaan ilmu pengrtahuan dan teknologi cukup baik; cara pendekatan guru terhadap siswa luwes dan fleksibel; cara berbicara guru yang tegas tapi lembut tidak memaksakan kehendak dan jujur. Kewibawaan mempengaruhi keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Jika terjadi krisis kewibawaan, pendidik boleh menyiapkan kekuasaannya, tetapi hal ini jika terpaksa, dan tindakan ini sudah disebut otoriter. Tindakan ini boleh dilakukan pendidik, yang penting dalam melakukan kegiatannya, pendidik jangan sampai menggunakan kekuatan; kalau terpaksa harus dilakukan; maka tindakan itu harus yang bersifat edukatif, yaitu bentuknya hukuman.
Sebaiknya hukuman badan tidak dilaksanakan, sebab inti hukuman itu penderitaan. Dihukum badan berarti penderitaannya dobel, yaitu menderita jiwa dan raga. Sebaiknya guru mempunyai karakteristik yaitu terdiri dari bersikap demokratis, dapat bekerja sama, baik hati, sabar, bersikap adil dan obyektif, konsisten atas perbuatan dan perkataannya, bersikap transparan, suka menolong, bersikap ramah, fleksibel dan mempunyai rasa kasih sayang. Selain itu juga guru mempunyai kompetensi antar lain mengembangkan kepribadian seperti bertaqwa kepada tuhannya, mengembangkan sifat terpuji; menguasai bahan bidang studinya sesuai dengan kurikulum, pendalaman dan aplikasi bidang studinya; mengelola proses belajar mengajar; mengelola kelas; menggunkan media sumber belajar; menguasai landasan pendidikan seperti psikologi dan perkembangan anak; mengelola interaksi belajar mengajar dan memotivasinya; menilai prestasi peserta didik; mengenak fungsi dan program bimbingan konseling; mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah; memahami prinsip dan penafsiran hasil penelitian kelas; dan interaksi dengan teman sejawat dan masyarakat. Menjadi seorang guru juga mempunyai syarat-syarat yang harus dipenuhi yaitu dapat dipercaya kata-katanya, diteladani perbuatannya, mempunyai gagasan yang sesuai dengan kebutuhan pada saat iu, mempunyai rasa kasih sayang, saling mempercayai, jujur, disiplin, ramah tamah, sopan, rendah hati, suka menolong dan taat beragama. Selain itu guru harus sehat jasmani, sehat rohani, bermental baik seperti bersedia dan rela bertanggung jawab sebagai pendidik, cinta terhadap profesi, derdedikasi dan demokratis. Bermoral tinggi seperti bersifat susila, berbudi pekerti luhur, bertingkah laku menjadi suri tauladan. Kode etik guru indonesia yaitu membimbing peserta didik seutuhnya untuk membentuk manusia dewasa; memiliki kejujuran profesional dalam nenerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan peserta didik; mengadakan komunikaasi terutama dalam memperoleh informasi tentang peserta didik dan menghindari dari penyalahgunaan wewenang; menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua anak dengan sebaik-baiknya demi kepentingan peserta didik; memelihara hubungan baik dengan masyarakat diskitar sekolah maupun masyarakat yang lebih luas; secara individu maupun kelompok berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu profesional; menciptakan dam memelihara hubungan antara sesama guru, baik berdasarkan lingkungan kerja maupun di dalam hubungan keseluruhan; bersama-sama memelihara, membina, dan meningkatkan organisasi guru profesional sebagai arena pengabdian; dan melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijakan pemerintah.
4. Perbedaan Pendidikan dan Pengajaran
Pengertian pendidikan dengan pengajaran itu berbeda. Pendidikan berujuan membentuk pribadi anak agar matang, dewasa, mandiri, tidak tergantung orang lain. Pendidikan merupakan bimbingan yang berwujud pengaruh atau informasi atau arahan dari orang dewasa kepada anak agar menjadi dewasa, mandiri dan memiliki kepribadian yang utuh dan matang. Pendidikan bertujuan membentuk pribadi anak agar matang, dewasa dan mandiri. Sedangkan pengajaran adalah pemberian ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan agar anak menjadi cerdas intelektualnya dan cerdas emosionalnya, supaya hidupnya kelak dapat sejahtera.
Sebetulnya kalau dilihat secara utuh pengajaran itu bagian dari pendidikan, jadi pendidikan itu lebih luas dari pengajaran. Orang tua lebih banyak mendidik sedangkan guru lebih banyak mengajar, namun yang ideal guru bertugas mendidik dan mengajar. Orang tua tugas utamanya mendidik, dan lebih ideal lagi jika dapat mengajar, untuk itu orang tua perlu memiliki pengetahuan yang cukup. Caranya belajar, banyak membaca, dll. Kalau tingkat pendidikan orang tua baik, akan berpengaruh terhadap kreativitas anaknya, sebab lingkungan ikut menentukan proses terbentuknya pribadi anak.
5. Aliran pendidikan
Tiga aliran pokok pendidikan yang perlu diketahui dan dipelajari oleh seorang pendidik, aliran yang dimaksud adalah:
1) Aliran Nativisme
Aliran ini berpendirian bahwa anak yang lahir telah memiliki bakat atau pembawaan tertentu, sehingga pengaruh dari luar, termasuk pendidikan tidak berperan apa-apa. Anak lebih baik dibiarkan saja, sebab nanti kepribadiannya akan terbentuk dengan sendirinya. Aliran ini dipelopori oleh Schopenhauer (Jerman). Aliran ini disebut aliran pesimis, sebab pendidik pesimis.
2) Aliran Empirisme
Aliran ini mengatakan bahwa perkembangan anak itu ditentukan oleh pengaruh dari luar atau lingkungan tempat mereka dibesarkan. Dari lingkungan ini anak memperoleh banyak pengalaman. Pengalaman inilah yang membentuk kepribadiannya. Anak yang baru lahir diibaratkan sebagai meja lilin yang masih putih bersih, sehingga pendidik dapat mencoretkan, menulis atau menggambar apa saja di atasnya. Karenanya aliran ini juga disebut teori “tabularasa”.
Adapula yang mengumpamakan anak sebagai, kertas putih; tanah lempung (tanah liat) dsb. Pelopor teori ini adalah John Locke (Inggris). Kecuali itu pembentukan pribadi anak, maka teoti ini juga disebut optimisme.
3) Aliran Konvergensi
Aliran ini berpandangan bahwa terbentuknya kepribadian anak ditentukan oleh dua faktor yaitu: bakat dan lingkungan. Aliran ketiga ini merupakan perpaduan antara: aliran nativisme dan empirisme, oleh karena itu pendidik perlu mengetahui pembawaan anak, kemudian memberikan pengaruh yang sesuai dengan bakatnya.
Kalau hal ini dapat dilakukan, maka anak akan memjadi anak yang hebat dan lingkungan yang sesuai biasa disebut lingkungan yang kondusif. Pelopor aliran ini ialah William Strern (orang Jerman berkebangsaan Amerika).
Tokoh pendidikan Dr. Ki Hajar Dewantoro menyetujui atau sependapat dengan teori konvergensi, Ki hajar mempunyai istilah lain yaitu: bakat disebut dasar, sedangkan lingkungan disebut ajar.
Pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan setiap individu, baik sebagai makhluk individual, etis maupun makhluk sosial. Tiap individu akan tumbuh dan berkembang cepat atau lambat dalam lingkungan yang terus berubah ditentukan antara lain oleh kemampuan pendidik dalam memahami tujuan yang akan dicapai. Keadaan peserta didik yang dihadapi dengan segala latar belakangnya, sarana pendidikan, ketepatan memilih bentuk komunikasi pendidikan dan keadaan lingkungan sehingga memungkinkan terjadinya interaksi edukatif atau tindakan yang bersifat mendidik dalam pergaulan pendidikan. Hal ini terjadi jika para orang tua, guru, pemuka masyarakat, pemimpin organisasi atau kelompok lain yang berfungsi sebagai pendidik memahami wawasan pendidikan sepert konsep dasar tentang pendidikan dan memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sehubungan dengan itu kita sebagai pendidik perlulah mengetahui apa itu pandangan tentang pendidikan, pandangan tentang manusia, faktor-faktor pendidikan, pendidikan sepanjang hayat, hunbungan kebudayaan dengan pendidikan, bakat dan kreatifitas dalam pendidikan, ciri-ciri manusia modern, reformasi pendidikan, system pendidikan nasional, pendidikan menurut UNESCO, kurikulum berbasis kompetensi, manajemen berbasis sekolah.
Semoga bahan bacaan ini akan dapat membantu kita semua sebagai pendidik dan anggota masyarakat lainnya yang tertarik pada bidang pendidikan sehingga dapat membantu perkembangan anak sebagai peserta didik secara optimal.
1. Pengertian Pendidikan
Pada hakikatnya yang disebut pendidkan adalah pengaruh, bimbingan, arahan yang dilakukan secara sadar dari orang dewasa kepadaanak yang belum dewasa agar menjadi dewasa, mandiri dan memiliki kepribadian yang utuh dan matang. Kepribadian yang utuh dan matang tersebut dimaksudkan mencakup aspek cipta, rasa dan karsanya.
Pengaruh yang diberikan oleh pendidik itu selalu ditujukan untuk membentuk pribadi, jadi selalu menanamkan nilai-nilai, termasuk nilai moral, budi pekerti, etika, estetika, karakter. Diharapkan setelah mereka dewasa menjadi insan yang berguna bagi dirinya sendiri dan bagi nusa, bangsa, negara, dan agama.
Peserta didik mula-mula tidak mengerti bahwa mereka dididik atau dipengaruhi agar menjadi manusia yang baik, tetapi setelah matang akhirnya tahu juga. Kemtangan anak penting sekali untuk diketahui oleh pendidik supaya pengaruh yang diberikan tepat memenuhi sasarannya. Oleh karena itu pendidik sebaiknya mengetahui perkembangan-perkembangan anak, jiwa anak dan masa peka anak.
Dalam pelaksaannya pendidik harus mempunyai kepercayaan bahwa ia mampu mendidik anak, begitu juga sebaliknya anak lama-lama setelah matang, juga mempunyai kepercayaan bahwa pendidik yang mendidiknya mampu membuat dirinya menjadi manusia dewasa yang berkepribadian.
Secara teoritis pendidikan itu akan berakhir jika anak telah dewasa atau telah berkeluarga. Dewasa dalam pengertian secara integral dan menyeluruh yaitu usianya, pikirannya, perasaannya, kemauannya, sehingga bertingkah laku dewasa, tidak kekanak-kanakn. Sebelum bertindak harus dipikirkan masak-masak, jangan sampai menyinggung orang lain. Segala tingkah lakunya harus dapat dipertanggung jawabkan oleh orang tersebut (diri sendiri yang berbuat)
Pada saat ini ada istilah pendidikan berlangsung sepanjang hayat, seumur hidup maksudnya setelah dewasa (tujuan pendidikan secara teoritis), lalu orang tersebut belajar terus untuk meningkatkan kemampuannya, namun kegiatan ini atas tanggung jawab sendiri, bukan tanggung jawab orang tuanya. Jadi kegiatan ini lebih bersifat belajar seumur hidup atau mengeyam pendidikan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan teknologi sebanyak-banyaknya. Dengan uraian ini kedua pengrtian itu semuanya betul, istilahnya sama (yaitu pendidikan), namun konteksnya berbeda.
2. Terjadinya Proses Pendidikan
Proses pendidikan akan terjadi jika ada pergaulan antara anak didik dengan orang dewasa. Dalam pergaulan ini terjadi tatap muka antara anak didik dan pendidik, sehingga pendidik mengetahui gejala yang nampak pada raut muka (perubahan mmik). Bagaimana tanda-tanda anak yang senang, kecewa, acuh, terperanjat, tercengang, tergopoh-gopoh dan lain-lain dapat dilihat jika ada pergaulan. Suasana pergaulan ini pada suatu saat akan berubah menjadi proses pendidikan.
3. Kewajiban Seorang Pendidik
Kewibawaan seorang pendidik terjadi bila, ditandai dengan adanya pengertian atau pengakuan terhadap perbuatan dalam pergaulan yang dilakukan pendidik. Pengertian terhadap makna kewibawaan ini adalah ketaatan dan kepatuhan anak didik jika mendapat perintah dari pendidik. Misalnya anak disuruh orang tuanya untuk mengambil koran, dan anak dapat melakukan perintah itu dengan baik dan benar. Dapat tidaknya melaksanakan perintah itu trgantung dari kematangan jiwa anak. Kewibawaan dapat dimiliki seseorang karena keturunan atau kharisma, tetapi dapat pula karena diusahakan. Diusahakan maksudnya ialah kegiatan atau perbuatan yang diupayakan oleh orang dewasa yang bersangkutan, namun demikian tidak boleh dibuat-buat.
Bagaimana caranya supaya pendidik itu berwibawa perlu dicari, antara lain penampilannya, pengusaan ilmu pengetahuan dan teknologi, cara pendekatan, cara berbicara, kejujurannya. Pealihan situasi pergaulan menjadi proses pendidikan yang mengetahui adalah pendidiknya. Anak didik tidak tahu sama sekali, anak didik tahunya bergaul biasa, pendidik tetap memberi pengaruh atau bimbingan. Saat dimulainya pendidikan disebut btas bawah atau batas awal pendidikan. Setelah dewasa disebut batas atas atau batas akhir pendidikan. Kewibawaan pendidik sangat mempengaruhi keberhasilan proses pendidikan.
Orang tua, guru dan pimpinan masyarakat wajib memiliki kewibawaan; atau untuk melaksanakan kewajibannya guru perlu memiliki kewibawaan. Kewibawaan guru ditandai dengan penertian pengakuan terhadap perbuatan dalam pergaulan pendidik. Makna kewibawaan adalah ketaatan dan kepatuhan peserta didik pada pendidik. Cara guru agar berwibawa adalah dengan berpenampilan baik dan prpakaian rapi; pengusaan ilmu pengrtahuan dan teknologi cukup baik; cara pendekatan guru terhadap siswa luwes dan fleksibel; cara berbicara guru yang tegas tapi lembut tidak memaksakan kehendak dan jujur. Kewibawaan mempengaruhi keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Jika terjadi krisis kewibawaan, pendidik boleh menyiapkan kekuasaannya, tetapi hal ini jika terpaksa, dan tindakan ini sudah disebut otoriter. Tindakan ini boleh dilakukan pendidik, yang penting dalam melakukan kegiatannya, pendidik jangan sampai menggunakan kekuatan; kalau terpaksa harus dilakukan; maka tindakan itu harus yang bersifat edukatif, yaitu bentuknya hukuman.
Sebaiknya hukuman badan tidak dilaksanakan, sebab inti hukuman itu penderitaan. Dihukum badan berarti penderitaannya dobel, yaitu menderita jiwa dan raga. Sebaiknya guru mempunyai karakteristik yaitu terdiri dari bersikap demokratis, dapat bekerja sama, baik hati, sabar, bersikap adil dan obyektif, konsisten atas perbuatan dan perkataannya, bersikap transparan, suka menolong, bersikap ramah, fleksibel dan mempunyai rasa kasih sayang. Selain itu juga guru mempunyai kompetensi antar lain mengembangkan kepribadian seperti bertaqwa kepada tuhannya, mengembangkan sifat terpuji; menguasai bahan bidang studinya sesuai dengan kurikulum, pendalaman dan aplikasi bidang studinya; mengelola proses belajar mengajar; mengelola kelas; menggunkan media sumber belajar; menguasai landasan pendidikan seperti psikologi dan perkembangan anak; mengelola interaksi belajar mengajar dan memotivasinya; menilai prestasi peserta didik; mengenak fungsi dan program bimbingan konseling; mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah; memahami prinsip dan penafsiran hasil penelitian kelas; dan interaksi dengan teman sejawat dan masyarakat. Menjadi seorang guru juga mempunyai syarat-syarat yang harus dipenuhi yaitu dapat dipercaya kata-katanya, diteladani perbuatannya, mempunyai gagasan yang sesuai dengan kebutuhan pada saat iu, mempunyai rasa kasih sayang, saling mempercayai, jujur, disiplin, ramah tamah, sopan, rendah hati, suka menolong dan taat beragama. Selain itu guru harus sehat jasmani, sehat rohani, bermental baik seperti bersedia dan rela bertanggung jawab sebagai pendidik, cinta terhadap profesi, derdedikasi dan demokratis. Bermoral tinggi seperti bersifat susila, berbudi pekerti luhur, bertingkah laku menjadi suri tauladan. Kode etik guru indonesia yaitu membimbing peserta didik seutuhnya untuk membentuk manusia dewasa; memiliki kejujuran profesional dalam nenerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan peserta didik; mengadakan komunikaasi terutama dalam memperoleh informasi tentang peserta didik dan menghindari dari penyalahgunaan wewenang; menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua anak dengan sebaik-baiknya demi kepentingan peserta didik; memelihara hubungan baik dengan masyarakat diskitar sekolah maupun masyarakat yang lebih luas; secara individu maupun kelompok berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu profesional; menciptakan dam memelihara hubungan antara sesama guru, baik berdasarkan lingkungan kerja maupun di dalam hubungan keseluruhan; bersama-sama memelihara, membina, dan meningkatkan organisasi guru profesional sebagai arena pengabdian; dan melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijakan pemerintah.
4. Perbedaan Pendidikan dan Pengajaran
Pengertian pendidikan dengan pengajaran itu berbeda. Pendidikan berujuan membentuk pribadi anak agar matang, dewasa, mandiri, tidak tergantung orang lain. Pendidikan merupakan bimbingan yang berwujud pengaruh atau informasi atau arahan dari orang dewasa kepada anak agar menjadi dewasa, mandiri dan memiliki kepribadian yang utuh dan matang. Pendidikan bertujuan membentuk pribadi anak agar matang, dewasa dan mandiri. Sedangkan pengajaran adalah pemberian ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan agar anak menjadi cerdas intelektualnya dan cerdas emosionalnya, supaya hidupnya kelak dapat sejahtera.
Sebetulnya kalau dilihat secara utuh pengajaran itu bagian dari pendidikan, jadi pendidikan itu lebih luas dari pengajaran. Orang tua lebih banyak mendidik sedangkan guru lebih banyak mengajar, namun yang ideal guru bertugas mendidik dan mengajar. Orang tua tugas utamanya mendidik, dan lebih ideal lagi jika dapat mengajar, untuk itu orang tua perlu memiliki pengetahuan yang cukup. Caranya belajar, banyak membaca, dll. Kalau tingkat pendidikan orang tua baik, akan berpengaruh terhadap kreativitas anaknya, sebab lingkungan ikut menentukan proses terbentuknya pribadi anak.
5. Aliran pendidikan
Tiga aliran pokok pendidikan yang perlu diketahui dan dipelajari oleh seorang pendidik, aliran yang dimaksud adalah:
1) Aliran Nativisme
Aliran ini berpendirian bahwa anak yang lahir telah memiliki bakat atau pembawaan tertentu, sehingga pengaruh dari luar, termasuk pendidikan tidak berperan apa-apa. Anak lebih baik dibiarkan saja, sebab nanti kepribadiannya akan terbentuk dengan sendirinya. Aliran ini dipelopori oleh Schopenhauer (Jerman). Aliran ini disebut aliran pesimis, sebab pendidik pesimis.
2) Aliran Empirisme
Aliran ini mengatakan bahwa perkembangan anak itu ditentukan oleh pengaruh dari luar atau lingkungan tempat mereka dibesarkan. Dari lingkungan ini anak memperoleh banyak pengalaman. Pengalaman inilah yang membentuk kepribadiannya. Anak yang baru lahir diibaratkan sebagai meja lilin yang masih putih bersih, sehingga pendidik dapat mencoretkan, menulis atau menggambar apa saja di atasnya. Karenanya aliran ini juga disebut teori “tabularasa”.
Adapula yang mengumpamakan anak sebagai, kertas putih; tanah lempung (tanah liat) dsb. Pelopor teori ini adalah John Locke (Inggris). Kecuali itu pembentukan pribadi anak, maka teoti ini juga disebut optimisme.
3) Aliran Konvergensi
Aliran ini berpandangan bahwa terbentuknya kepribadian anak ditentukan oleh dua faktor yaitu: bakat dan lingkungan. Aliran ketiga ini merupakan perpaduan antara: aliran nativisme dan empirisme, oleh karena itu pendidik perlu mengetahui pembawaan anak, kemudian memberikan pengaruh yang sesuai dengan bakatnya.
Kalau hal ini dapat dilakukan, maka anak akan memjadi anak yang hebat dan lingkungan yang sesuai biasa disebut lingkungan yang kondusif. Pelopor aliran ini ialah William Strern (orang Jerman berkebangsaan Amerika).
Tokoh pendidikan Dr. Ki Hajar Dewantoro menyetujui atau sependapat dengan teori konvergensi, Ki hajar mempunyai istilah lain yaitu: bakat disebut dasar, sedangkan lingkungan disebut ajar.
STUDI KASUS Penyakit Epilepsi Dan Gangguan Mental Pada Anak
STUDI KASUS
Penyakit Epilepsi Dan Gangguan Mental Pada Anak
OLEH
W I N A R N O
NPM: A1E107018
PROGRAM STUDI FISIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2009
BAB I
IDENTIFIKASI
A) AYAH
• nama : samanto
• umur : 56 tahun
• pekerjaan : petani
• pendidikan : sd
• alamat : Ds. Sukamakmur, RW.1, RT.3, kec.Girimulya
Kabupaten Bengkulu Utara
B) IBU
• nama : suwarti
• umur : 54 tahun
• pekerjaan : petani
• pendidikan : - (tidak sekolah)
• alamat : Ds. Sukamakmur, RW.1, RT.3, kec.Girimulya
Kabupaten Bengkulu Utara
C) Anak
• nama : sutardi
• umur : 25tahun
• jenis kelamin: laki-laki
• pendidikan : - ( sd tapi tidak lulus)
BAB 2
KASUS
A) DESKRIPSI KASUS
Kasus yang saya angkat adalah penyakit epilepsi atau yang sering kita dengan adalah penyakit ayan dengan disertai oleh gangguan mental. Kasus ini saya anggkat dengan aggapan bahwa kita dapat mengetahui apa sebenarnya penyakit epilepsi ini dan secara pribadi ingin mengetahui secara mendetail penyebab dan asal mula penyakit ini.
Sutardi, yang mempunyai penyakit ini dan juga merupakan tetangga dekat saya telah mengidap penyakit ini sejak dari usia balita hingga saat ini. Beliau sempat duduk di kursi sekolah dasar hingga kelas 4 SD. Dengan kondisi penyakit dan keadaan keluarga yang mempunyai penghasilan perekonomian yang sangat minim, akhirnya beliau dikeluarkan dari sekolah.
Keluar dari sekolah dasar, beliau melakukan kegiatan seperti khalayak orang normal yang lainya yaitu bermain dengan teman sebayanya dan juga membantu orang tuanya di kebun. Sebenarnya, beliau sangat rajin dalam bekerja membantu orang tuanya. Tapi dengan kodisi penyakit yang dialaminya, beliau dilarang membantu.
Dalam kehidupan kesehariannya, kerap kali saya melihat kejadian / penyakit ini kambuh. Terkadang, saat beliau berdiri pun penyakit ini kambuh. Beliau tersungkur dan tidak jarang pula kepala dan badan beliau membentur diding tembok dan lantai. Dengan benturan di atas lantai dan tembok yang keras pasti akan menimbulkan luka memar dan luka sobek. Dilain pihak, tidak jarang pula keluar busa dari mulutnya dan kencing (maaf), dan ini yang membuat beliau dijauhi oleh teman dan orang – orang terdekatnya.
Ironisnya, beliau yang sudah 25 puluh tahun mengindap penyakit ini tidak pernah dan belum sama sekali di bawa kerumah sakit atau klinik ( sumber ini berasal dari tetangga dan orang tua saya). Orang tuanya beranggapan bahwa
B)
MENGENAL TENTANG PENYAKIT “EPILEPSI”
Penyandang “Epilepsi” sering dijauhi oleh teman dan warga sekitarnya.
Melihat seorang yang tiba-tiba jatuh dan kejang-kejang, reaksi kebanyakan orang justru menjauhinya. Mereka takut menyentuhnya apalagi membantunya sebab takut ketularan. Ini adalah sikap yang tidakbijaksana, sebab “Epilepsi” yang lebih dikenal sebagai penyakit ‘ayan’ sangat jelas tidak menular.
Mengenal Epilepsi
Epilepsi bukan disebabkan oleh kuman atau bakteri. Ia merupakan gangguan mendadak dan sesaat pada sistem syaraf otak, terjadi akibat aktivitas berlebihan dari kelompok sel neuron di otak. Penyebab sel-sel itu menjadi terlalu aktif belum diketahui secara pasti. Tetapi yang pasti gangguan Epilepsi dapat diredam. Epilepsi bukan hambatan untuk meraih kesuksesan seperti dibuktikan oleh banyak menyandang epilepsi yang telah mengukir kemasyhuran di berbagai bidang, antara lain : Alexander the Great, Alfred Nobel, Napoleon Bonaparte, Peter Tchaikovsky dan Vincent Van Gogh. Masyarakat umum hendaknya bersikap wajar menghadapi anggota masyarakat yang kebetulan cenderung mendapat serangan epilepsi.
Jenis Epilepsi
Manifestasi serangan berbeda-beda, tergantung pada fungsi otak mana yang terganggu :
A) Epilepsi Umum
a. Petit Mal (Absence)
Gangguan kesadaran secara mendadak. Penyandang diam tanpa reaksi
(bengong), kemudian melanjutkan kegiatannya semula
b. Grand Mal
Diawali dengan kehilangan kesadaran kemudian terjadi kejang-kejang,
air liur berbusa dan napas mengorok
c. Myoklonik
Terjadi kontraksi singkat dari satu, sekelompok, atau beberapa
kelompok otot. Bervariasi dari yang tidak terlihat, sampai sentakan
hebat. Mengakibatkan misalnya, mendadak jatuh, atau melontarkan benda
yang sedang dipegang.
B) Epilepsi Parsial
a. Sederhana (tanpa gangguan kesadaran)
Umumnya, berupa kejang-kejang dan kadang-kadang kesemutan atau rasa
kebal pada satu tempat. Berlangsung beberapa menit/jam. Bila serangan
hanya terjadi di satu lokasi dan berlangsung beberapa saat, disebut
Parisialis Kontinua
b. Kompleks (disertai gangguan kesadaran)
Diawali dengan Parsial Sederhana, penyandang seperi bermimpi, dan
daya ingatnya terganggu, halusinasi, atau kosong pikiran seringkali
diikuti oleh otomatisme. Misalnya, mengulang-ulang ucapan, melamun, atau
berlari-lari tanpa tujuan
c. Umum Sekunder
Perkembangan dari parsial sederhana atau kompleks menjadi umum.
Hubungan Epilepsi dengan Keturunan dan Pekerjaan
Pada epilepsi yang disebabkan oleh kumpulan gejala sebagai akibat dari
berbagai penyakit, tidak akan diturunkan kepada anak-anaknya.
Sebagai contoh: epilepsi yang timbul sebagai akibat cedera otak karena kecelakaan, tidak akan diturunkan kepada anak-anaknya. Pada epilepsi yang penyebabnya tidak diketahui ( epilepsi idiopatis), faktor keturunan pada penyandang epilepsi adalah kecil, kurang dari 5%. Yang diturunkan bukan epilepsinya, tetapi ambang rangsang kejang atau serangan yang rendah yang diturunkan. Namun bila kedua pasangan adalah penyandang epilepsi, maka resiko untuk mendapatkan anak dengan epilepsi menjadi lebih besar.
Adalah bijaksana untuk konsultasi pada dokter sebelum hamil. Jenis pekerjaan yang dapat dilakukan oleh penyandang epilepsi bergantung pada jenis epilepsinya dan sejauh mana serangannya dapat dikendalikan. Hal yang perlu diperhatikan adalah keselamatan kerja bagi penyandang epilepsi dan orang lain bila mendapat serangan.
Sebagian besar dapat dilakukan oleh penyandang epilepsi seperti pekerja tangan, guru, pekerja sosial, peneliti, penerjemah, olahragawan, pekerja kantor, ilmuwan.
Beberapa pembatas kerja bagi penyandang epilepsi adalah sebagai tentara,
polisi, pengemudi kendaraan umum (supir bis, pilot, masinis), pemadam
kebakaran, bekerja dengan mesin putar, berhubungan dengan alat listrik
tegangan tinggi, pekerja bangunan tinggi, operator alat pemanas atau
alat yg mudah pecah. Yang utama bagi penyandang epilepsi adalah
merencanakan pendidikannya sesuai dengan bakat dan keinginannya tetapi
dengan mempertimbangkan pada beberapa pekerjaan yang mengandung resiko
membahayakan dirinya atau orang lain bila mendapat serangan.
Epilepsi atau ayan bukanlah penyakit, melainkan suatu kondisi yang timbul akibat munculnya impuls listrik otak (seluruh bagian otak) yang bekerja tidak semestinya. Gejala klinisnya sangat kompleks, tetapi proses abnormal listrik sel-sel otak itu bisa terlihat pada Elektro Encephalografi (alat rekam listrik otak).
Pada keadaan normal, listrik otak akibat reaksi yang timbul adalah semua fungsi tubuh normal, seperti fungsi motorik, sensorik, fisik, dan organ-organ autonom. ''Ketika serangan epilepsi datang, penderita tersebut memancarkan listrik berlebih di otaknya yang mengakibatkan berbagai bentuk serangan. Misalnya, mendadak jatuh, kejang-kejang, kehilangan kontrol pada fungsi kencing atau buang air, mendadak mencium bau aneh, mendengar suara aneh, terjadi halusinasi atau ilusi, dan melihat kilatan-kilatan cahaya.
Penyebab epilepsi sendiri, terbagi dua kelompok, yakni idiopatik dan symtomatic.
Idiopatik merupakan golongan yang belum atau tidak diketahui penyebabnya.''Termasuk dalam bagian ini adalah yang bersifat diturunkan atau keturunan (genetik). Dari golongan idiopatik sebagian besar tidak permanen, sehingga pada usia tertentu akan sembuh total. Saat ini berkembang penelitian tentang pengobatan genetik.
symtomatic adalah golongan penderita epilepsi yang diketahui penyebabnya, seperti kelainan metabolik, trauma kepala, tumor kepala, stroke, kelainan pembuluh darah otak, infeksi otak, kelainan otak bawaan lahir atau pada perkembangannya, keracunan otak seperti logam timah dan penyakit-penyakit lain semisal Lupus Erythematosus ''Ada yang mengatakan, jika tersentuh busa atau lidah penderita epilepsi yang sedang terserang akan tertular, padahal tidak.
Prevalensi penderita epilepsi di Eropa yang berpenduduk 810 juta orang, terjadi serangan satu atau lebih dari sepanjang hidup orang Eropa terdapat 16 sampai 40 juta orang. Kasus insiden baru antara 40 sampai 70 per 100 ribu penduduk terdapat 0,3 sampai 0,6 juta orang menjadi epilepsi per tahunnya. ''Prevalensi di belahan Eropa baik kasus baru dan lama yang masih aktif per tahun ada 0,4 sampai 0,8 atau sebesar 3,2 sampai 6,5 juta orang,'.
Untuk Amerika dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta orang, diketahui terjadi insiden epilepsi 30-50 orang per 100 ribu per tahunnya. Prevalensinya 5-8 orang per 1.000 orang per tahun atau 1,25 sampai 2 juta orang per tahunnya. ''Sayangnya, prevalensi di Indonesia belum diketahui datanya secara pasti dan akurat.
Tidak ter-cover-nya penderita epilepsi ini dirasakan Nizar, karena faktor ekonomi, sehingga tidak pergi/berobat ke dokter dan faktor sosial. ''Diperberat lagi dengan mitos atau stigma bagi penderita epilepsi. Mereka dikatakan kemasukan setan atau diguna-guna, sehingga enggan berobat ke dokter. Sakit mental atau idiot. Ada lagi yang mangatakan kalau penyebabnya karena keturunan. Padahal, persentasenya sangat kecil dan itu pun sebagian besar terjadi pada usia tertentu dan sembuh.
Epilepsi, sesungguhnya dapat disembuhkan dengan obat-obat biasa. ''Dari seluruh penderita epilepsi hampir 85% sembuh total dan sisanya bisa terkontrol. Bahkan dalam persentase kecil operasi perlu dilakukan.
Kematian pada penderita, bukan disebabkan semata-mata oleh epilepsinya sendiri. Kecuali pada penderita (status epilepsi) dengan tipe kejang umum (terus-menerus) . ''Kematian lebih disebabkan karena benturan kepala akibat pendarahan otak atau diperburuk oleh penyakit lain, seperti jantung atau organ pernapasan, serta sebab-sebab nonmedis, semisal putus asa, sehingga melakukan bunuh diri.
Menangani Epilepsi
Epilepsi bukan penyakit, tetapi suatu kondisi akibat timbulnya impuls listrik otak yang tidak bekerja normal.
Pada waktu serangan penderita tidak melukai dirinya; jangan memaksa dengan kekuatan untuk menahan gerak penderita, kecuali pada tempat berbahaya; letakkan di tempat datar jika serangan pada posisi duduk atau berdiri; lepaskan semua
yang mengganggu di leher; jauhkan semua benda keras atau berbahaya dari penderita; posisikan pada satu sisi mulut/kepala penderita untuk mencegah tertelannya ludah atau sesuatu di mulut; letakkan bantalan lunak pada kepala dan leher; jangan masukkan sesuatu baik makanan/minuman/ obat ke mulut; setelah serangan biasanya lemas, perlu dibantu untuk pulang, tetapi jika tidur biarkan sampai bangun.
Penyakit Epilepsi Dan Gangguan Mental Pada Anak
OLEH
W I N A R N O
NPM: A1E107018
PROGRAM STUDI FISIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2009
BAB I
IDENTIFIKASI
A) AYAH
• nama : samanto
• umur : 56 tahun
• pekerjaan : petani
• pendidikan : sd
• alamat : Ds. Sukamakmur, RW.1, RT.3, kec.Girimulya
Kabupaten Bengkulu Utara
B) IBU
• nama : suwarti
• umur : 54 tahun
• pekerjaan : petani
• pendidikan : - (tidak sekolah)
• alamat : Ds. Sukamakmur, RW.1, RT.3, kec.Girimulya
Kabupaten Bengkulu Utara
C) Anak
• nama : sutardi
• umur : 25tahun
• jenis kelamin: laki-laki
• pendidikan : - ( sd tapi tidak lulus)
BAB 2
KASUS
A) DESKRIPSI KASUS
Kasus yang saya angkat adalah penyakit epilepsi atau yang sering kita dengan adalah penyakit ayan dengan disertai oleh gangguan mental. Kasus ini saya anggkat dengan aggapan bahwa kita dapat mengetahui apa sebenarnya penyakit epilepsi ini dan secara pribadi ingin mengetahui secara mendetail penyebab dan asal mula penyakit ini.
Sutardi, yang mempunyai penyakit ini dan juga merupakan tetangga dekat saya telah mengidap penyakit ini sejak dari usia balita hingga saat ini. Beliau sempat duduk di kursi sekolah dasar hingga kelas 4 SD. Dengan kondisi penyakit dan keadaan keluarga yang mempunyai penghasilan perekonomian yang sangat minim, akhirnya beliau dikeluarkan dari sekolah.
Keluar dari sekolah dasar, beliau melakukan kegiatan seperti khalayak orang normal yang lainya yaitu bermain dengan teman sebayanya dan juga membantu orang tuanya di kebun. Sebenarnya, beliau sangat rajin dalam bekerja membantu orang tuanya. Tapi dengan kodisi penyakit yang dialaminya, beliau dilarang membantu.
Dalam kehidupan kesehariannya, kerap kali saya melihat kejadian / penyakit ini kambuh. Terkadang, saat beliau berdiri pun penyakit ini kambuh. Beliau tersungkur dan tidak jarang pula kepala dan badan beliau membentur diding tembok dan lantai. Dengan benturan di atas lantai dan tembok yang keras pasti akan menimbulkan luka memar dan luka sobek. Dilain pihak, tidak jarang pula keluar busa dari mulutnya dan kencing (maaf), dan ini yang membuat beliau dijauhi oleh teman dan orang – orang terdekatnya.
Ironisnya, beliau yang sudah 25 puluh tahun mengindap penyakit ini tidak pernah dan belum sama sekali di bawa kerumah sakit atau klinik ( sumber ini berasal dari tetangga dan orang tua saya). Orang tuanya beranggapan bahwa
B)
MENGENAL TENTANG PENYAKIT “EPILEPSI”
Penyandang “Epilepsi” sering dijauhi oleh teman dan warga sekitarnya.
Melihat seorang yang tiba-tiba jatuh dan kejang-kejang, reaksi kebanyakan orang justru menjauhinya. Mereka takut menyentuhnya apalagi membantunya sebab takut ketularan. Ini adalah sikap yang tidakbijaksana, sebab “Epilepsi” yang lebih dikenal sebagai penyakit ‘ayan’ sangat jelas tidak menular.
Mengenal Epilepsi
Epilepsi bukan disebabkan oleh kuman atau bakteri. Ia merupakan gangguan mendadak dan sesaat pada sistem syaraf otak, terjadi akibat aktivitas berlebihan dari kelompok sel neuron di otak. Penyebab sel-sel itu menjadi terlalu aktif belum diketahui secara pasti. Tetapi yang pasti gangguan Epilepsi dapat diredam. Epilepsi bukan hambatan untuk meraih kesuksesan seperti dibuktikan oleh banyak menyandang epilepsi yang telah mengukir kemasyhuran di berbagai bidang, antara lain : Alexander the Great, Alfred Nobel, Napoleon Bonaparte, Peter Tchaikovsky dan Vincent Van Gogh. Masyarakat umum hendaknya bersikap wajar menghadapi anggota masyarakat yang kebetulan cenderung mendapat serangan epilepsi.
Jenis Epilepsi
Manifestasi serangan berbeda-beda, tergantung pada fungsi otak mana yang terganggu :
A) Epilepsi Umum
a. Petit Mal (Absence)
Gangguan kesadaran secara mendadak. Penyandang diam tanpa reaksi
(bengong), kemudian melanjutkan kegiatannya semula
b. Grand Mal
Diawali dengan kehilangan kesadaran kemudian terjadi kejang-kejang,
air liur berbusa dan napas mengorok
c. Myoklonik
Terjadi kontraksi singkat dari satu, sekelompok, atau beberapa
kelompok otot. Bervariasi dari yang tidak terlihat, sampai sentakan
hebat. Mengakibatkan misalnya, mendadak jatuh, atau melontarkan benda
yang sedang dipegang.
B) Epilepsi Parsial
a. Sederhana (tanpa gangguan kesadaran)
Umumnya, berupa kejang-kejang dan kadang-kadang kesemutan atau rasa
kebal pada satu tempat. Berlangsung beberapa menit/jam. Bila serangan
hanya terjadi di satu lokasi dan berlangsung beberapa saat, disebut
Parisialis Kontinua
b. Kompleks (disertai gangguan kesadaran)
Diawali dengan Parsial Sederhana, penyandang seperi bermimpi, dan
daya ingatnya terganggu, halusinasi, atau kosong pikiran seringkali
diikuti oleh otomatisme. Misalnya, mengulang-ulang ucapan, melamun, atau
berlari-lari tanpa tujuan
c. Umum Sekunder
Perkembangan dari parsial sederhana atau kompleks menjadi umum.
Hubungan Epilepsi dengan Keturunan dan Pekerjaan
Pada epilepsi yang disebabkan oleh kumpulan gejala sebagai akibat dari
berbagai penyakit, tidak akan diturunkan kepada anak-anaknya.
Sebagai contoh: epilepsi yang timbul sebagai akibat cedera otak karena kecelakaan, tidak akan diturunkan kepada anak-anaknya. Pada epilepsi yang penyebabnya tidak diketahui ( epilepsi idiopatis), faktor keturunan pada penyandang epilepsi adalah kecil, kurang dari 5%. Yang diturunkan bukan epilepsinya, tetapi ambang rangsang kejang atau serangan yang rendah yang diturunkan. Namun bila kedua pasangan adalah penyandang epilepsi, maka resiko untuk mendapatkan anak dengan epilepsi menjadi lebih besar.
Adalah bijaksana untuk konsultasi pada dokter sebelum hamil. Jenis pekerjaan yang dapat dilakukan oleh penyandang epilepsi bergantung pada jenis epilepsinya dan sejauh mana serangannya dapat dikendalikan. Hal yang perlu diperhatikan adalah keselamatan kerja bagi penyandang epilepsi dan orang lain bila mendapat serangan.
Sebagian besar dapat dilakukan oleh penyandang epilepsi seperti pekerja tangan, guru, pekerja sosial, peneliti, penerjemah, olahragawan, pekerja kantor, ilmuwan.
Beberapa pembatas kerja bagi penyandang epilepsi adalah sebagai tentara,
polisi, pengemudi kendaraan umum (supir bis, pilot, masinis), pemadam
kebakaran, bekerja dengan mesin putar, berhubungan dengan alat listrik
tegangan tinggi, pekerja bangunan tinggi, operator alat pemanas atau
alat yg mudah pecah. Yang utama bagi penyandang epilepsi adalah
merencanakan pendidikannya sesuai dengan bakat dan keinginannya tetapi
dengan mempertimbangkan pada beberapa pekerjaan yang mengandung resiko
membahayakan dirinya atau orang lain bila mendapat serangan.
Epilepsi atau ayan bukanlah penyakit, melainkan suatu kondisi yang timbul akibat munculnya impuls listrik otak (seluruh bagian otak) yang bekerja tidak semestinya. Gejala klinisnya sangat kompleks, tetapi proses abnormal listrik sel-sel otak itu bisa terlihat pada Elektro Encephalografi (alat rekam listrik otak).
Pada keadaan normal, listrik otak akibat reaksi yang timbul adalah semua fungsi tubuh normal, seperti fungsi motorik, sensorik, fisik, dan organ-organ autonom. ''Ketika serangan epilepsi datang, penderita tersebut memancarkan listrik berlebih di otaknya yang mengakibatkan berbagai bentuk serangan. Misalnya, mendadak jatuh, kejang-kejang, kehilangan kontrol pada fungsi kencing atau buang air, mendadak mencium bau aneh, mendengar suara aneh, terjadi halusinasi atau ilusi, dan melihat kilatan-kilatan cahaya.
Penyebab epilepsi sendiri, terbagi dua kelompok, yakni idiopatik dan symtomatic.
Idiopatik merupakan golongan yang belum atau tidak diketahui penyebabnya.''Termasuk dalam bagian ini adalah yang bersifat diturunkan atau keturunan (genetik). Dari golongan idiopatik sebagian besar tidak permanen, sehingga pada usia tertentu akan sembuh total. Saat ini berkembang penelitian tentang pengobatan genetik.
symtomatic adalah golongan penderita epilepsi yang diketahui penyebabnya, seperti kelainan metabolik, trauma kepala, tumor kepala, stroke, kelainan pembuluh darah otak, infeksi otak, kelainan otak bawaan lahir atau pada perkembangannya, keracunan otak seperti logam timah dan penyakit-penyakit lain semisal Lupus Erythematosus ''Ada yang mengatakan, jika tersentuh busa atau lidah penderita epilepsi yang sedang terserang akan tertular, padahal tidak.
Prevalensi penderita epilepsi di Eropa yang berpenduduk 810 juta orang, terjadi serangan satu atau lebih dari sepanjang hidup orang Eropa terdapat 16 sampai 40 juta orang. Kasus insiden baru antara 40 sampai 70 per 100 ribu penduduk terdapat 0,3 sampai 0,6 juta orang menjadi epilepsi per tahunnya. ''Prevalensi di belahan Eropa baik kasus baru dan lama yang masih aktif per tahun ada 0,4 sampai 0,8 atau sebesar 3,2 sampai 6,5 juta orang,'.
Untuk Amerika dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta orang, diketahui terjadi insiden epilepsi 30-50 orang per 100 ribu per tahunnya. Prevalensinya 5-8 orang per 1.000 orang per tahun atau 1,25 sampai 2 juta orang per tahunnya. ''Sayangnya, prevalensi di Indonesia belum diketahui datanya secara pasti dan akurat.
Tidak ter-cover-nya penderita epilepsi ini dirasakan Nizar, karena faktor ekonomi, sehingga tidak pergi/berobat ke dokter dan faktor sosial. ''Diperberat lagi dengan mitos atau stigma bagi penderita epilepsi. Mereka dikatakan kemasukan setan atau diguna-guna, sehingga enggan berobat ke dokter. Sakit mental atau idiot. Ada lagi yang mangatakan kalau penyebabnya karena keturunan. Padahal, persentasenya sangat kecil dan itu pun sebagian besar terjadi pada usia tertentu dan sembuh.
Epilepsi, sesungguhnya dapat disembuhkan dengan obat-obat biasa. ''Dari seluruh penderita epilepsi hampir 85% sembuh total dan sisanya bisa terkontrol. Bahkan dalam persentase kecil operasi perlu dilakukan.
Kematian pada penderita, bukan disebabkan semata-mata oleh epilepsinya sendiri. Kecuali pada penderita (status epilepsi) dengan tipe kejang umum (terus-menerus) . ''Kematian lebih disebabkan karena benturan kepala akibat pendarahan otak atau diperburuk oleh penyakit lain, seperti jantung atau organ pernapasan, serta sebab-sebab nonmedis, semisal putus asa, sehingga melakukan bunuh diri.
Menangani Epilepsi
Epilepsi bukan penyakit, tetapi suatu kondisi akibat timbulnya impuls listrik otak yang tidak bekerja normal.
Pada waktu serangan penderita tidak melukai dirinya; jangan memaksa dengan kekuatan untuk menahan gerak penderita, kecuali pada tempat berbahaya; letakkan di tempat datar jika serangan pada posisi duduk atau berdiri; lepaskan semua
yang mengganggu di leher; jauhkan semua benda keras atau berbahaya dari penderita; posisikan pada satu sisi mulut/kepala penderita untuk mencegah tertelannya ludah atau sesuatu di mulut; letakkan bantalan lunak pada kepala dan leher; jangan masukkan sesuatu baik makanan/minuman/ obat ke mulut; setelah serangan biasanya lemas, perlu dibantu untuk pulang, tetapi jika tidur biarkan sampai bangun.
Langganan:
Postingan (Atom)